Kinerja 2025 Cemerlang, Ini Target MTEL untuk Tahun 2026

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) mencatatkan kinerja operasional yang kuat sepanjang 2025, sekaligus menyiapkan langkah ekspansi strategis untuk 2026.
Emiten infrastruktur telekomunikasi yang merupakan bagian dari Telkom Group ini dinilai mampu menjaga pertumbuhan sekaligus mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar.
Hingga akhir 2025, MTEL memiliki 40.230 menara dan total aset fiber optik sepanjang 57.199 km, dengan 70.618 km di antaranya telah billable. Dari capaian tersebut, perseroan menguasai pangsa pasar sebesar 55% untuk menara dan 42% untuk segmen fiber optik.
Pertumbuhan operasional juga terlihat signifikan. Sepanjang tahun lalu, MTEL menambah 826 menara baru serta 3.216 tenant, sehingga total tenant mencapai 63.084. Rasio tenancy tower meningkat menjadi 1,57x dari 1,52x pada 2024, sekaligus menjadi level tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Pada segmen fiber optik, panjang jaringan billable bertambah 9.512 km dibandingkan tahun sebelumnya. Rasio aset fiber yang billable juga meningkat menjadi 1,23x dari sebelumnya 1,20x, mencerminkan optimalisasi pemanfaatan aset yang semakin baik.
Ekspansi dan Strategi 2026
Dari sisi keuangan, MTEL membukukan pendapatan Rp9,5 triliun atau tumbuh 2,4% secara tahunan. EBITDA tercatat Rp7,8 triliun, naik 1,8%, sementara laba bersih stabil di Rp2,1 triliun. Perseroan juga mampu menjaga margin EBITDA di level 82,2% dan margin laba bersih 22,2%.
Kinerja ini ditopang oleh efisiensi biaya, di mana beban operasional hanya meningkat moderat sebesar 4,9% menjadi Rp5,4 triliun. Stabilitas keuangan juga tercermin dari rasio utang terhadap ekuitas sebesar 0,57x dan rasio utang bersih terhadap EBITDA 2,37x.
Memasuki 2026, MTEL menyiapkan sejumlah target strategis. Perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp2,9 triliun, dengan fokus pada penambahan 2.500 tenant baru dan ekspansi fiber optik billable sepanjang 9.000 km.
Salah satu langkah yang menarik perhatian pasar adalah eksplorasi Internet Rakyat melalui teknologi Fixed Wireless Access (FWA). Inisiatif ini diharapkan dapat memperluas akses konektivitas yang lebih terjangkau bagi masyarakat Indonesia.
Analis dari Mirae Asset Sekuritas menilai langkah ini sebagai katalis positif bagi kinerja MTEL. “Kami menegaskan kembali rekomendasi beli untuk MTEL dengan target harga sebesar Rp760, yang mencerminkan valuasi EV/EBITDA FY26F sebesar 9,9x.” tulis riset tersebut.
Selain itu, pengembangan FWA dinilai dapat meningkatkan tenancy ratio sekaligus membuka potensi pendapatan baru tanpa kebutuhan investasi besar. Hal ini menjadi peluang bagi MTEL untuk memaksimalkan aset menara dan fiber yang telah dibangun sebelumnya.
Di sisi lain, strategi pembiayaan juga menjadi perhatian. Per Desember 2025, beban bunga MTEL berada di rata-rata 6,17% dengan skema suku bunga mengambang, yang dinilai efektif dalam menjaga efisiensi di tengah tren suku bunga rendah.
Dengan fundamental yang solid dan strategi ekspansi yang terarah, MTEL dipandang memiliki prospek cerah. Kombinasi pertumbuhan organik, efisiensi operasional, dan inovasi layanan menjadi kunci dalam menjaga momentum bisnis ke depan.





























