Ihwal kapasitas kilang bioavtur, Eniya menyatakan Indonesia saat ini hanya memerlukan dua kilang standalone agar mandatori bioavtur 1% hingga 5% dapat diimplementasikan.
Saat ini, PT Pertamina (Persero) sedang membangun kilang bioavtur standalone di Cilacap dengan kapasitas produksi sekitar 6.000 barel per hari (bph) atau sekitar 300.000 kiloliter (kl) per tahun.
Kilang tersebut bakal mengolah avtur dengan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), UCO atau minyak jelantah, dan palm oil mill effluent (POME).
“Kalau ada standalone satu aja, itu kita bisa jalan dengan 5%. Tidak perlu mulai dari 1%, 2%, 3%.
Sekadar informasi, Presiden Prabowo Subianto berjanji akan memacu industri bioavtur, melalui investasi besar-besaran untuk kilang-kilang nasional agar dapat mengolah minyak goreng bekas atau UCO alias jelantah menjadi sustainable aviation fuel (SAF).
Menurutnya, upaya menggenjot investasi industri bioavtur tersebut dilakukan untuk menggeser ketergantungan Indonesia terhadap penggunaan energi fosil yang tinggi karbon. Energi fosil, menurutnya, hanya akan digunakan untuk kepentingan strategis.
“[Akan] tetapi, sekarang avtur pun bisa dari kelapa sawit, dan kita punya banyak kelapa sawit ya. Bahkan, avtur nanti itu dari jelantah, dari limbah sisanya minyak goreng, kita bisa olah menjadi avtur,” ujarnya saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026).
“Dan beberapa saat lagi kita akan buka pusat-pusat pengolahan, refinery-refinery untuk ini. Kita akan investasi besar-besaran di bidang itu,” tegasnya.
Adapun, PT Pertamina Patra Niaga (PPN) memang tengah memacu produksi Pertamina Sustainable Aviation Fuel di Kilang Cilacap.
Perseroan kini juga bersiap mereplikasi proses produksi berbahan baku minyak jelantah itu di Kilang Dumai dan Kilang Balongan.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M V Dumatubun menegaskan keberhasilan produksi di Cilacap menjadi fondasi penting untuk ekspansi ke kilang lain. Perusahaan optimistis kapasitas produksi dapat meningkat signifikan dengan tambahan fasilitas baru.
"Pertamina berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi PertaminaSAF dari kilang-kilang eksisting. Keberhasilan Kilang Cilacap akan kami replikasi di Kilang Dumai dan Kilang Balongan," kata Roberth M.V. Dumatubun, akhir Februari.
(azr/wdh)



























