Mata uang di kawasan mendapat angin segar di tengah perang dengan adanya gelombang optimisme terhadap prospek mata uang China untuk menyaingi dolar AS. Yuan tercatat mengalami peningkatan permintaan setelah Iran mulai menerima pembayaran dalam mata uang tersebut.
Volume transaksi minyak mentah dalam denominasi yuan meningkat akibat konflik, dengan transaksi harian sebesar 1,22 triliun yuan (US$179 miliar) dalam sistem Cross-Border Interbank Payment System (CIPS).
Di tengah eskalasi perang ini, hubungan ekonomi China dan Timur Tengah terus menguat, termasuk melalui pengembangan infrastruktur perdagangan minyak.
Melansir Bloomberg News, pembayaran dan penerimaan yuan antara China dan Timur Tengah mencapai 1,1 triliun yuan pada 2024, tumbuh 53% per tahun sejak 2020.
Namun, penguatan yuan belum mampu meredam volatilitas rupiah lantaran persoalan domestik yang membuat pergerakannya jadi rentan terhadap gejolak eksternal.
Salah satunya, risiko fiskal yang mulai meningkat. Kebutuhan pembiayaan besar untuk belanja ekspansif di tengah tren suku bunga yang relatif tinggi membuat investor selektif dalam menempatkan dananya di pasar negara berkembang.
Harga minyak, meski sempat terkoreksi pagi ini, masih relatif tinggi dan tetap berpotensi memperlebar defisit transaksi berjalan sekaligus menambah beban subsidi energi dalam APBN.
Pasar NDF cenderung lebih reaktif daripada pasar spot. Kala rupiah offshore menyentuh Rp17.200/US$ akan jadi sinyal bahwa pelaku pasar global sedang menakar kembali risiko Indonesia.
Jika tekanan di pasar NDF berlanjut, pasar spot biasanya akan mengikuti arah yang sama, apalagi di tengah tekanan eksternal yang masih kuat serta turunnya cadangan devisa RI yang bisa mempengaruhi kemampuan dalam intervensi.
Analisa Teknikal
Secara teknikal, rupiah berpotensi bangkit dan menguat biarpun masih di rentang sempitnya. Rupiah berpotensi menguat menuju resistance terdekat di Rp17.080/US$.
Resistance potensial selanjutnya Rp17.050/US$ dan sampai dengan Rp17.000/US$ sebagai level paling optimistis penguatan rupiah dalam time frame harian.
Adapun nilai rupiah memiliki level support di Rp17.200/US$ dan Rp17.250/US$. Apabila level ini berhasil tembus, maka mengonfirmasi laju support selanjutnya dil Rp17.400/US$ dalam tren jangka menengah (mid-term).
(riset/aji)




























