Prabowo bahkan sudah mencari alternatif sumber pasokan baru saat kunjungan luar negeri ke Jepang dan Korea Selatan.
Seperti negara lain, pemerintah memang perlu mencari sumber pasokan energi untuk menggantikan pasokan minyak dan gas dari kawasan Timur Tengah. Hal ini menjadi penting karena pemerintah berkukuh menahan harga BBM di tengah minimnya pasokan untuk memenuhi kebutuhan nasional.
"Sejak terakhir jumpa mungkin baru beberapa bulan tapi saya sudah jumpa dengan banyak delegasi dari Rusia di Jakarta dan juga di Moskow baru saja ketemu beberapa pejabat dari Rusia dan beberapa perusahaan Rusia saya sangat berterima kasih karena pembicaraannya sangat produktif," kata Prabowo.
Sambutan Putin untuk Indonesia
Presiden Rusia Vladimir Putin pun menyambut kunjungan singkat Prabowo Subianto. Dalam pertemuan tersebut, dia memberikan apresiasi pada perkembangan positif kedua negara; terutama kerjasama di bidang ekonomi dan Perdagangan pada tahun yang lalu naik hingga 12%.
Menurut dia, sejak awal 2026, Rusia melalui pemerintahan dan swasta berupaya untuk terus meningkatkan kemitraan dengan Indonesia. Kerja sama tersebut, kata dia, juga selalu berfokus pada bidang-bidang kunci.
"Antara lain kita bicarakan mengenai di bidang energi, di bidang antariksa, di bidang pertanian, di bidang penghasilan industri, serta di bidang farmasi," ujar Putin.
"Kami memberikan makna besar untuk mengembangkan kerjasama di bidang militer antara lain di bidang pendidikan."
Menurut dia, Rusia berupaya berinteraksi erat dengan Indonesia. Hal ini dilakukan terutama usai Indonesia bergabung sebagai anggota BRICS. "Indonesia sudah menjadi anggota BRICS hal ini membuka peluang baru untuk mengembangkan kerjasama kita, kalau kita bisa bicara mengenai ini dengan Uni Economy Eurasia," kata Putin.
(dov/frg)





























