Iran secara sporadis menyerang kapal-kapal di dan sekitar Teluk Persia dan mungkin telah menanam ranjau untuk mencegah pemilik kapal dan awak kapal mencoba melintasi jalur air yang sempit tersebut.
Beberapa kapal Angkatan Laut AS melintasi Selat Hormuz pada Sabtu dalam operasi yang tidak dikoordinasikan dengan Iran, seperti dilaporkan Axios sebelumnya, mengutip seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya. Kapal-kapal tersebut melintasi selat dari timur ke barat menuju Teluk Persia sebelum kembali ke Laut Arab, menurut laporan tersebut.
Akan tetapi, seorang pejabat intelijen regional mengatakan bahwa dua kapal perusak US Navy Arleigh Burke yang mencoba melintasi Selat Hormuz pada Sabtu terpaksa berbalik arah setelah menghadapi ancaman dari satuan IRGC Iran, yang juga meluncurkan drone atau UAV ke arah kapal-kapal tersebut.
Insiden itu terjadi sekitar tengah hari waktu Dubai, saat delegasi AS dan Iran sedang berada di Islamabad guna bernegosiasi, kata pejabat tersebut, yang meminta namanya tidak disebutkan untuk membahas hal-hal rahasia. Pernyataan Centcom tidak menyebutkan adanya upaya Iran untuk memaksa kapal-kapal tersebut berbalik arah.
Kantor berita Iran, Fars, juga melaporkan sebelumnya bahwa angkatan bersenjata negara tersebut memantau sebuah kapal perusak AS yang terlihat bergerak dari Fujairah menuju Selat Hormuz dan menyampaikan hal ini kepada AS melalui perantara Pakistan. Kapal AS tersebut kembali dari selat tersebut setelah Teheran memperingatkan bahwa kapal tersebut akan menjadi sasaran, menurut Fars.
Pakistan bertindak sebagai mediator dalam pembicaraan damai antara AS dan Iran di Islamabad di tengah gencatan senjata selama dua minggu dalam konflik yang kini memasuki bulan kedua.
(bbn)

























