Setiap transfer senjata dari Beijing ke Teheran akan mempertanyakan peran China dalam konflik tersebut beberapa hari setelah raksasa Asia itu dipuji karena membantu menengahi gencatan senjata selama dua pekan antara AS dan Iran.
Peran China yang dilaporkan — yang belum dikonfirmasi maupun dibantah — menyoroti kemampuan negara tersebut untuk secara diplomatis memanfaatkan hubungannya dengan semua negara yang terlibat, menandai perubahan dari preferensi lamanya untuk tetap berada di pinggir lapangan dalam perselisihan negara lain.
Kabar tentang potensi transfer senjata muncul ketika Wakil Presiden AS JD Vance memimpin delegasi AS ke Islamabad untuk melakukan pembicaraan dengan para pejabat Iran akhir pekan ini.
Hasil pertemuan tersebut dapat menentukan apakah gencatan senjata akan berujung pada perdamaian yang langgeng atau justru runtuh.
(bbn)



























