Logo Bloomberg Technoz

Pengalihan LPG Dinilai Rawan Ganggu Industri, Impor Bisa Bengkak

Azura Yumna Ramadani Purnama
10 April 2026 11:40

Tanker LPG./Bloomberg-Jeremy Suyker
Tanker LPG./Bloomberg-Jeremy Suyker

Bloomberg Technoz, Jakarta – Center of Reform on Economics (Core) menilai pengalihan gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG) industri untuk konsumsi masyarakat berisiko membuat operasional dunia usaha terganggu.

Ekonom energi Core Muhammad Ishak Razak memandang kebijakan tersebut perlu dilakukan secara hati-hati, sebab kebutuhan LPG industri bisa terganggu dalam jangka pendek; terutama untuk sektor makanan, keramik, dan tekstil.

Lebih lanjut, Ishak memandang impor LPG Indonesia bakal naik pada tahun ini demi memenuhi kebutuhan LPG industri yang pasokannya dialihkan untuk konsumsi masyarakat.


“Karena itu, kontrak yang sudah berlangsung dengan mereka tetap dihormati hingga berakhir dan dipastikan peralihan itu tidak mengganggu proses produksi mereka. Jika memang terbatas, mau tidak mau Pertamina perlu menambah impor,” kata Ishak ketika dihubungi, Jumat (10/4/2026).

Tumpukan LPG 3 Kg./Bloomberg-Dimas Ardian

Akar Masalah