“Kami tidak pernah membuat janji itu. Kami tidak pernah mengindikasikan bahwa hal itu akan terjadi,” katanya saat berkunjung ke Hongaria.
Iran dapat menarik diri dari kesepakatan tersebut jika Israel terus melanjutkan kampanyenya di Lebanon, menurut kantor berita Tasnim, sementara lalu lintas kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz dihentikan sebagai respons terhadap serangan tersebut, kata Fars.
Upaya diplomatik terus berlanjut, dengan para pejabat AS dan Iran dijadwalkan memulai pembicaraan di Islamabad pada hari Sabtu. Pada hari Kamis, terlihat tanda-tanda bahwa gencatan senjata sebagian besar masih berlaku, meskipun Israel terus menyerang sasaran-sasaran di Lebanon selatan pada hari Kamis.
Vance mengatakan bahwa Israel telah setuju untuk “menahan diri sedikit di Lebanon” guna mendukung pembicaraan tersebut.
Aksi Israel menyebabkan ledakan di beberapa kawasan Beirut, sementara rekaman di media sosial menunjukkan debu tebal dan asap hitam menyelimuti sebagian kota. Gedung apartemen dan kawasan komersial yang ramai terkena serangan, memaksa warga untuk mengungsi ke jalan-jalan.
Hizbullah mengatakan mereka menembakkan roket ke arah utara Israel sebagai balasan.
Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) pada Kamis mengatakan mereka telah membunuh seorang rekan dekat Sekjen Hizbullah Naim Qassem beserta beberapa lokasi yang dioperasikan oleh milisi tersebut.
Menteri Kesehatan Lebanon Rakan Nassereddine mengatakan 203 orang tewas dan lebih dari 1.000 terluka. Sekitar 100 ambulans Palang Merah dikerahkan untuk mengangkut korban ke rumah sakit, dan American University of Beirut Medical Center mengeluarkan seruan darurat bagi pendonor darah dari semua golongan darah karena layanan darurat kepayahan menangani jumlah korban yang membludak.
(bbn)




























