Logo Bloomberg Technoz

Permintaan LNG China Tak Akan Pulih dari Gejolak Timteng

News
09 April 2026 17:10

Pipa-pipa kapal tanker liquefied natural gas (LNG) UMM BAB di Terminal LNG PGP Consortium Ltd. di Karachi, Pakistan. (Asim Hafeez/Bloomberg)
Pipa-pipa kapal tanker liquefied natural gas (LNG) UMM BAB di Terminal LNG PGP Consortium Ltd. di Karachi, Pakistan. (Asim Hafeez/Bloomberg)

Bloomberg News

Bloomberg, Harapan akan pemulihan yang kuat dalam permintaan gas alam cair (LNG) China semakin memudar, meski gencatan senjata telah diumumkan di Timur Tengah. Pasalnya, para analis memperingatkan adanya risiko pasokan yang masih berlanjut dan kenaikan harga.

Impor LNG China anjlok 11% tahun lalu menjadi 68,4 juta ton, penurunan yang jarang terjadi dalam hampir dua dekade pertumbuhan yang hampir tanpa gangguan. BloombergNEF memperkirakan penurunan lebih lanjut pada 2026 menjadi 62,3 juta ton. Rystad Energy memprediksi sedikit kenaikan menjadi 70 juta ton.


Bahkan sebelum serangan AS dan Israel terhadap Iran mengganggu rantai pasokan dari Teluk Persia, permintaan gas China telah menurun seiring melambatnya perekonomian. Konsumsi tampak turun 0,9% dalam dua bulan pertama tahun ini, menurut angka pemerintah, memperpanjang tren lemah yang telah berlangsung hingga 2025.

Rata-rata pergerakan 30 hari impor LNG bersih China hingga Rabu sudah 20% lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menurut data pelacakan kapal yang dikumpulkan Bloomberg