Logo Bloomberg Technoz

Prabowo Targetkan Stop Impor BBM dalam 2-3 Tahun Lagi

Redaksi
09 April 2026 17:20

Sejumlah pengendara mengantre mengisi BBM di SPBU Pertamina, Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Sejumlah pengendara mengantre mengisi BBM di SPBU Pertamina, Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia akan menyetop impor bahan bakar minyak (BBM) dalam dua hingga tiga tahun lagi. Pasalnya, dia mengklaim penutupan 13 pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) akan menghemat langsung 20% impor BBM.

"Mungkin kita dua-tiga tahun lagi tidak perlu impor BBM sama sekali," ujar Prabowo dalam peresmian Pabrik Perakitan Kendaraan Komersial Berbasis Listrik di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026).

"Dengan kita akan tutup pembangkit listrik tenaga diesel 13 buah di PLN, kita akan menghemat 200.000 barel sehari. Kita masih perlu impor sekarang ini satu juta barel sehari. Dengan kita tutup PLTD, kita menghemat langsung 20%."


Berdasarkan data Berita Resmi Statistik BPS, yang dirilis Rabu (1/4/2026), impor bahan bakar minyak (BBM) Januari—Februari 2026 sebesar 9,59 juta ton atau US$5,16 miliar dari periode yang sama tahun lalu, atau secara volume impor BBM turun 15,68% dan secara nilai menurun 3,05%.

Sementara itu, menurut data Kementerian ESDM, pada 2025 Indonesia tercatat mengimpor BBM paling banyak dari Singapura dan Malaysia. Terdapat negara lainnya yang turut menjadi sumber impor BBM RI, antara lain China, Korea Selatan, Oman, Uni Emirat Arab (UEA), India, Mesir, Jepang, dan Taiwan.