Kemlu Negosiasi Bebaskan 4 ABK yang Disandera Perompak Somalia
Dovana Hasiana
19 May 2026 18:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan tengah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk melakukan negosiasi pembebasan empat anak buah kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban pembajakan kapal MT Honour 25 di Perairan Somalia.
Pada saat ini, kata dia, Kemlu terus berkomunikasi dengan atase pertahanan dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Nairobi untuk melakukan negosiasi. Dia pun mengkonfirmasi adanya tuntutan uang tebusan yang dikirimkan para perompak Somalia sebagai syarat pembebasan para ABK.
"Berkaitan dengan Somalia, ada memang empat orang ABK kita disandera, tetapi jangan takut. Somalia itu negara penyandera minta uang tebusan. Jadi ini harus kita ketahui juga permainan-permainan ini," ujar Sjafrie dalam rapat kerja dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat, Selasa (19/05/2026).
"Ini sekarang kita sedang bekerja di KBRI Nairobi dan atasan pertahanan kita melakukan pendekatan negosiasi untuk pembebasan sandera. Namun asal tahu mereka adalah negara-negara yang lebih mengutamakan negosiasi."
Sebelumnya, juru bicara II Kemlu Vahd Nabyl Achmad Mulachela mengatakan Kementerian Luar Negeri dan perwakilan Indonesia terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak di dalam dan luar negeri untuk menindaklanjuti kasus pembajakan kapal MT Under 25. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, kata dia, kondisi empat ABK WNI tersebut dalam keadaan yang sehat, kebutuhan logistik terpenuhi, dan gaji tetap dibayarkan.































