Logo Bloomberg Technoz

Donald Trump, dalam wawancara dengan NBC News, menolak memberikan rincian mengenai proses penyelamatan yang sedang berjalan. Namun, ia menegaskan bahwa insiden ini tidak akan memengaruhi posisi AS dalam negosiasi dengan Iran.

"Tidak, sama sekali tidak. Tidak, ini adalah perang," tegas Trump singkat saat dihubungi melalui telepon.

Dua helikopter militer yang terlibat dalam pencarian jet F-15 juga terkena tembakan Iran, lapor NBC News dengan mengutip pejabat AS.

Di sisi lain, kantor berita semi-pemerintah Iran, Tasnim, mengklaim bahwa militer mereka telah menembak jatuh "jet tempur Amerika yang sangat canggih."

Media pemerintah Iran sebelumnya juga pernah mengklaim menembak jatuh pesawat Amerika, yang kemudian dibantah oleh AS. Pentagon melalui CENTCOM pada Kamis menyebut klaim Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) bahwa mereka menembak jatuh jet musuh di atas sebuah pulau di Selat Hormuz sebagai tidak benar.

“IRGC Iran telah membuat klaim palsu yang sama setidaknya setengah lusin kali,” kata CENTCOM dalam unggahan media sosial.

Iran terus menargetkan lebih banyak lokasi di negara-negara Teluk Arab hingga Jumat, beberapa jam setelah Trump mengeluarkan ancaman baru terhadap infrastruktur Iran untuk menekan Teheran agar memulai negosiasi damai. Presiden AS itu mengunggah video runtuhnya sebuah jembatan di media sosial pada Kamis, memperingatkan akan ada “lebih banyak lagi yang akan terjadi” jika Iran tidak bernegosiasi.

Iran tetap bersikap menantang. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan serangan terhadap struktur sipil “tidak akan memaksa rakyat Iran untuk menyerah.” Hingga kini, belum terlihat tanda-tanda Iran akan memenuhi tuntutan AS untuk membuka kembali Selat Hormuz dan menghentikan serangan, sebaliknya Teheran justru menawarkan syarat mereka sendiri untuk mencapai kesepakatan.

(bbn)

No more pages