Logo Bloomberg Technoz

Dalam pidatonya, Trump menegaskan bahwa aliansi AS-Israel akan menyerang Iran dengan ‘sangat keras’ selama 2-3 pekan ke depan. Teheran pun belum menunjukkan tanda-tanda untuk memulai negosiasi.

“Pernyataan Trump pada dasarnya adalah mengabarkan kemenangan dalam perang, bukan gencatan senjata. Ada kekhawatiran bahwa AS akan memulai operasi darat di Iran,” kata Christopher Wong, Strategist di Oversea-Chinese Banking Corp, seperti diberitakan Bloomberg News.

Dinamika ini membuat harga minyak membumbung tinggi, Kemarin, harga minyak jenis brent melejit 7,8% ke US$ 109,05/barel. Sementara yang jenis light sweet meroket 11,93%.

Alhasil, ancaman inflasi tinggi masih menghantui perekonomian dunia. Ini akan membuat bank sentral di berbagai negara (termasuk Federal Reserve di AS) akan kesulitan menurunkan suku bunga acuan.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan kurang menguntungkan saat suku bunga belum turun.

Analisis Teknikal

Kemarin adalah perdagangan terakhir pekan ini, karena ada peringatan Jumat Agung. Sepanjang pekan ini, harga emas masih membukukan kenaikan 6,79% secara point-to-point.

Lantas bagaimana prediksi harga emas untuk minggu depan? Apakah bisa naik lagi atau malah terkoreksi?

Secara teknikal dengan perspektif mingguan (weekly time frame), emas masih bertengger di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 55. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Sedangkan indikator Stochastic RSI 14 hari berada di 16. Sudah di bawah 20, yang berarti tergolong jenuh jual (oversold).

Untuk perdagangan pekan depan, ada harapan harga emas bisa naik. Target resisten terdekat adalah US$ 4.770/troy ons. Jika tertembus, maka US$ 4.910/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 10 bisa menjadi target selanjutnya.

Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah US$ 5.249/troy ons.

Namun andai harga emas malah turun, maka US$ 4.659/troy ons rasanya akan menjadi support terdekat. Penembusan di titik ini berisiko memotong harga emas ke US$ 4.590-4.539/troy ons.

Apabila pivot point US$ 4.449/troy ons tertembus, maka harga emas bisa longsor lebih jauh. Support lanjutan ada di US$ 4.296-4.194/troy ons, dengan target paling pesimistis di US$ 3.690/troy ons.

(aji)

No more pages