Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, kata Rahmad, perseroan juga mengusulkan kepada Danantara untuk membangun pabrik metanol masing-masing berkapasitas 1 juta ton.
Dalam paparannya, pabrik tersebut direncanakan akan berlokasi di wilayah Aceh dengan proyeksi produksi 990.000 metrik ton per tahun dan Kalimantan TImur dengan kapasitas yang sama.
"Dalam konteks ini, kami mohon dukungannya kita sedang bersama dengan Danantara mengusulkan pembangunan dua pabrik metanol masing-masing berkapasitas 1 juta ton," tutur dia.
"Sehingga, nanti kita akan punya dari BUMN, Pupuk Indonesia 2 juta ton dan dari swasta 400.000 ton itu akan bisa menutup kebutuhan metanol dalam negeri."
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan bahwa pemerintah akan menerapkan B50 pada 1 Juli 2026.
Rencana tersebut menjadi salah satu bagian dari delapan poin transformasi budaya kerja nasional, dalam merespons gejolak harga minyak dunia dampak dari perang di Timur Tengah.
"Sebagai bagian dari upaya kemandirian energi dan efisiensi energi, pemerintah menerapkan kebijakan B50. Ini mulai berlaku 1 Juli 2026," kata Airlangga dalam konferensi pers, Selasa (31/3/2026) kemarin.
"Dalam satu tahun, tentu ini dalam 6 bulan, ada penghematan dari fosil, ada penghematan subsidi daripada biodiesel yang diperkirakan nilainya Rp48 triliun," jelasnya.
(ain)































