Logo Bloomberg Technoz

Langkah konkret dilakukan melalui pengelolaan energi di lingkungan kerja. BRI menerapkan penggunaan teknologi hemat energi seperti lampu LED, serta mengoptimalkan operasional fasilitas kantor, termasuk pengaturan penggunaan lift dan efisiensi pemakaian perangkat elektronik.

Selain itu, kebiasaan sederhana seperti mematikan dan mencabut perangkat elektronik saat tidak digunakan juga menjadi bagian dari budaya kerja yang diterapkan. Upaya ini menunjukkan bahwa efisiensi energi dapat dimulai dari hal-hal kecil namun berdampak luas.

Komitmen BRI dan Inisiatif Berkelanjutan

Komitmen BRI terhadap keberlanjutan juga diwujudkan melalui pengembangan konsep green building dan digitalisasi layanan perbankan. Inisiatif ini bertujuan untuk mengurangi jejak karbon sekaligus meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.

Pemanfaatan energi baru terbarukan turut menjadi bagian penting dalam strategi tersebut. Hingga akhir 2025, BRI telah memasang panel surya di 152 unit kerja sebagai bagian dari implementasi Green Network.

Selain itu, BRI juga mengoperasikan 926 kendaraan ramah lingkungan untuk mendukung aktivitas operasional. Langkah ini memberikan kontribusi nyata terhadap penurunan emisi operasional perusahaan.

Secara keseluruhan, berbagai inisiatif tersebut berhasil menurunkan emisi operasional sebesar 9,6 persen dibandingkan dengan baseline year tahun 2022. Capaian ini menunjukkan keseriusan BRI dalam menjalankan praktik bisnis yang berkelanjutan.

Direktur Legal dan Compliance BRI Mahdi Yusuf menegaskan bahwa keberlanjutan telah menjadi bagian dari aktivitas kerja sehari-hari di lingkungan perusahaan. “Di BRI, keberlanjutan dijalankan sebagai bagian dari aktivitas kerja sehari-hari. Langkah ini tidak hanya berkontribusi pada penurunan emisi, tetapi juga membentuk budaya kerja yang lebih sadar terhadap dampak lingkungan. Keberlanjutan menjadi landasan strategis bagi Perseroan dalam menjalankan bisnis secara bertanggung jawab,” ungkapnya.

Tidak hanya fokus pada efisiensi energi, BRI juga menjalankan program Zero Waste to Landfill. Program ini berhasil menghindari emisi sebesar 746,4 ton CO2e, yang menjadi kontribusi penting dalam pengelolaan limbah berkelanjutan.

Di sisi lain, melalui program BRI Grow and Green, perusahaan turut melakukan berbagai kegiatan pelestarian lingkungan. Salah satu inisiatif utamanya adalah penanaman mangrove di berbagai wilayah pesisir.

Hingga 2025, program ini telah merealisasikan penanaman sebanyak 65.300 pohon mangrove. Upaya tersebut memiliki potensi pengurangan emisi karbon sekitar 43,43 ton CO2e per tahun.

Langkah ini tidak hanya membantu mengurangi emisi, tetapi juga memberikan manfaat ekologis lain seperti menjaga ekosistem pesisir dan mencegah abrasi. Hal ini menunjukkan bahwa program keberlanjutan dapat memberikan dampak multidimensional.

Mahdi Yusuf menambahkan bahwa seluruh inisiatif yang dijalankan mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara kinerja bisnis dan tanggung jawab lingkungan. “BRI berkomitmen menjaga keseimbangan antara kinerja bisnis dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Melalui berbagai inisiatif yang dijalankan secara konsisten, Perseroan terus memperkuat penerapan prinsip ESG dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta menciptakan nilai tambah bagi seluruh stakeholders,” pungkasnya.

Momentum Earth Hour menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga institusi dan korporasi. Kolaborasi antara masyarakat dan dunia usaha menjadi kunci dalam menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.

Dengan langkah konkret dan komitmen jangka panjang, upaya penghematan energi dan pengurangan emisi dapat terus ditingkatkan. Hal ini menjadi penting untuk memastikan keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.

(tim)

No more pages