Pertalite Ditahan Saat Minyak Naik, Subsidi Bisa Bengkak Rp30,8 T
Azura Yumna Ramadani Purnama
01 April 2026 10:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom memprediksi keputusan pemerintah menahan harga Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite pada April 2026 rawan menghabiskan anggaran subsidi energi dan kompensasi sekitar Rp30,8 triliun, sebab harga minyak mentah dunia masih terus berada di atas US$100/barel.
Ekonom Universitas Andalas Syarifuddin Karimi menjelaskan asumsi harga minyak mentah atau Indonesian Crude Price (ICP) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 ditetapkan sebesar US$70/barel, sedangkan rerata harga minyak mentah acuan Brent per 30 Maret 2026 saja sudah mencapai US$76/barel.
Syafruddin, dengan mengutip rumus perhitungan riset Institute for Essential Services Reform (IESR), mengkalkulasikan setiap kenaikan harga minyak US$1/barel dari asumsi APBN bakal menambah subsidi dan kompensasi senilai Rp5,13 triliun.
Angka tersebut, kata dia, dihitung dengan asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sebesar Rp17.000/US$ dan konsumsi BBM bersubsidi sekitar 48 miliar liter per tahun.
Untuk itu, Syaruddin menjelaskan jika rata-rata harga minyak mentah tercatat sebesar US$76/barel atau lebih tinggi US$6 dari asumsi APBN sebesar US$70/barel, tambahan subsidi yang harus ditanggung mencapai Rp30,8 triliun.



























