Logo Bloomberg Technoz

Gandeng Perminas, TINS Bakal Groundbreaking Pabrik LTJ Mei 2026

Pramesti Regita Cindy
01 April 2026 07:15

Penyerahan Aset Rampasan Negara dari Tambang Ilegal kepada PT Timah Tbk. di Pangkal Pinang, Senin (6/10/2025). (Youtube Setpres)
Penyerahan Aset Rampasan Negara dari Tambang Ilegal kepada PT Timah Tbk. di Pangkal Pinang, Senin (6/10/2025). (Youtube Setpres)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Timah Tbk (TINS) akan melakukan groundbreaking proyek pabrik logam tanah jarang (LTJ) atau Rare Earth Element (RRE) pada Mei 2026 sebagai bagian dari percepatan mineral strategis nasional.

"Groundbreakingnya nanti akan dilakukan pada 20 Mei, dan Pak Presiden sudah memerintahkan harus monetisasi selama paling cepat atau paling lambat 2 tahun; harus ada produk monetisasinya, artinya sudah bisa menghasilkan uang untuk negara," kata Direktur Utama TINS Restu Widiyantoro dalam RDP dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (31/3/2026). 

Adapun dalam perkembangannya, dalam proyek ini TINS menggandeng Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) melalui skema joint operations. Direktur Pengembangan Usaha TINS, Suhendra Yusuf Ratuprawiranegara, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari konsorsium yang dibentuk bersama pemerintah.


"Alhamdulillah, tahun ini, akhir tahun 2025, kami mulai tergabung dalam konsorsium yang dipimpin oleh Kementerian Dikti, jadi kami, PT Timah, bergabung dengan PT Perminas untuk mengeksekusi program pemerintah untuk mengelola mineral REE atau mineral ikutan, mineral tanah jarang," ujar Suhendra. 

"PT Timah ini nanti menjadi supplier untuk bahan-bahan REE-nya dan PT Perminas nanti yang menyiapkan teknologi dan platform operasionalnya," jelasnya.