Logo Bloomberg Technoz

“Jangan sampai kampus-kampus kita nanti kehilangan minat untuk mengajarkan kreativitas, karena dianggap tidak punya nilai. Kalau kreativitas dihargai nol, siapa yang mau belajar, siapa yang mau berkarya?” ujarnya.

Menurutnya, saat ini jutaan masyarakat Indonesia hidup dari sektor ekonomi kreatif, mulai dari konten kreator, videografer, editor, desainer, hingga pekerja kreatif lainnya, yang menggantungkan penghidupan dari ide dan karya.

Cak Imin menegaskan bahwa saat ini sektor ekonomi kreatif tengah menjadi mesin baru dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.

 “Pemerintahan Presiden Prabowo berkomitmen memberdayakan ekosistem industri kreatif dengan melindungi dan mengapresiasi pekerja kreatif. Jangan sampai pendekatan yang tidak tepat justru membuat para kreator takut berkarya dan kehilangan semangat,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa ekonomi kreatif merupakan salah satu kekuatan utama dalam pemberdayaan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi masa depan Indonesia.

“Kalau kita ingin ekonomi kreatif tumbuh, maka kita harus mulai dari hal paling dasar: mengakui bahwa kreativitas itu bernilai. Bukan nol, tapi justru menjadi fondasi,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Cak Imin mengingatkan bahwa arah kebijakan hari ini akan menentukan masa depan ekosistem kreatif Indonesia.

“Jangan bunuh kreativitas. Lindungi, fasilitasi, dan hargai. Karena dari situlah masa depan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat Indonesia dibangun,” pungkasnya.

Sorotan ini berawal dari penilaian dalam proses hukum yang menyebutkan bahwa sejumlah unsur pekerjaan kreatif seperti ide, gagasan, proses editing, hingga dubbing dianggap tidak memiliki nilai atau bahkan dinilai seharga Rp0. Penilaian tersebut kemudian menuai perhatian luas, termasuk dari kalangan pemerintah.

(dec/spt)

No more pages