Logo Bloomberg Technoz

Sejalan dengan itu, Bank Indonesia juga menilai ketahanan sektor perbankan masih kuat hingga awal 2026. Kajian internal OCE Perbanas pun menunjukkan industri perbankan tetap resilien menghadapi berbagai tekanan global, termasuk dinamika geopolitik dan arah kebijakan domestik.

Khusus untuk bank-bank Himbara, Dzulfian menyebut kinerjanya masih menunjukkan daya tahan yang baik. Pertumbuhan kredit tercatat masih double digit dan melampaui rata-rata industri, menandakan fungsi intermediasi tetap berjalan optimal di tengah ketidakpastian.

"Jadi, isu utamanya yang coba ditekankan Moody’s lebih berfokus berada pada level arah kebijakan nasional yang sedikit-banyak tentunya berdampak pada perbankan khususnya Himbara, bukan pada kesehatan atau kondisi fundamental perbankan nasional," ujarnya.

"Karena itu, perubahan outlook bank-bank besar, termasuk Himbara, perlu dibaca dalam konteks keterkaitan erat antara sektor perbankan, termasuk himbara dengan makro-kebijakan," tutur Dzulfian. 

Dengan demikian, Perbanas pun menilai penurunan outlook ini perlu dijadikan momentum untuk menjaga stabilitas makroekonomi, disiplin kebijakan, serta kepercayaan investor sembari menegaskan bahwa sektor perbankan Indonesia, termasuk Himbara, saat ini masih berada dalam posisi yang sehat.

Outlook Moody's & Fitch Terhadap Bank Besar & Himbara

Sebagaimana diketahui, dua lembaga rating internasional, yakni Moody’s Investor Ratings dan Fitch Ratings memangkas outlook terhadap sejumlah bank besar di Tanah Air, termasuk Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dari stabil menjadi negatif.

Moody's mengganjar lima bank besar dengan penurunan outlook dari stabil menjadi negatif. Lima bank yang terdampak adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

Moody’s menegaskan seluruh peringkat kredit utama kelima bank tersebut, termasuk peringkat penerbit, simpanan, utang senior tanpa jaminan, Counterparty Risk Ratings (CRR), Counterparty Risk Assessments (CRA), Baseline Credit Assessment (BCA), serta Adjusted BCA jika berlaku. Selain itu, Moody’s juga menegaskan peringkat surat utang subordinasi dan saham preferen BNI, serta program medium-term notes (MTN) Mandiri.

Perubahan outlook ini mencerminkan prospek yang negatif pada peringkat sovereign Indonesia, yang menurut Moody’s disebabkan oleh meningkatnya risiko terhadap kredibilitas kebijakan. 

Sementara itu, Fitch Rating merevisi outlook peringkat empat bank badan usaha milik negara (BUMN) menjadi negatif dari sebelumnya stabil. 

Keempat bank yang outlook peringkatnya direvisi menjadi negatif adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), serta Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank).

Dalam laporannya, Fitch menyatakan Issuer Default Rating (IDR) jangka panjang dalam mata uang asing keempat lembaga tersebut tetap berada di level BBB, tetapi outlook-nya berubah menjadi negatif.

(lav)

No more pages