Logo Bloomberg Technoz

Kekhawatiran akan pasokan yang lebih ketat telah memicu pembelian panik, terutama solar, meskipun pemerintah setempat telah menjamin bahwa stok dapat bertahan sekitar 100 hari.

Meskipun Pemerintah Thailand telah mengambil langkah-langkah untuk memperkuat pasokan ke gerai ritel, banyak pompa bensin harus melakukan penjatahan bahan bakar karena pengguna pertanian dan industri mengantre dengan jerigen bersama dengan para komuter untuk membeli solar.

Permintaan solar telah melonjak menjadi sekitar 87 juta liter per hari dari rata-rata 67 juta liter sebelum dimulainya konflik, menurut kementerian.

Pemerintah Thailand telah menaikkan harga eceran untuk mengurangi tekanan pada subsidi.

Namun, bahkan setelah kenaikan pada hari Kamis, pemerintah masih mensubsidi solar sebesar 19 baht (58 sen AS) per liter, sehingga defisit dana subsidi minyak mencapai sekitar 38 miliar baht, kata Pelaksana Tugas Menteri Energi Auttapol Rerkpiboon.

Bank Sentral Thailand (Bank of Thailand) mengatakan pada Kamis bahwa inflasi dapat kembali ke kisaran target 1%—3% lebih cepat dari yang diperkirakan, karena harga minyak yang lebih tinggi terkait dengan konflik mengganggu rantai pasok global dan mendorong kenaikan biaya energi.

Bank tersebut memperingatkan bahwa prospek tetap sangat tidak pasti dan akan bergantung pada bagaimana konflik berkembang, serta langkah-langkah pemerintah untuk mengelola biaya hidup.

Sementara itu, kilang minyak juga telah diinstruksikan untuk menyerahkan laporan harian yang merinci struktur biaya mereka, termasuk pengolahan minyak mentah menjadi bahan bakar yang dapat digunakan, paling lambat tengah hari.

Langkah-langkah ini bertujuan untuk memperketat pengawasan di seluruh rantai pasokan dan memastikan kepatuhan terhadap kebijakan penetapan harga negara, menurut Auttapol.

(bbn)

No more pages