Rapat tersebut akhirnya memutuskan sebuah wacana kebijakan berupa WFH selama satu hari dalam satu pekan bagi ASN guna menghemat konsumsi BBM. Saat ini, kebijakan tersebut tinggal menuju persetujuan Presiden Prabowo Subianto dan bakal segera diumumkan setelahnya.
“[Kabar] yang saya dengar itu adalah satu hari selama seminggu, tetapi hari apa yang akan diambil, biar nanti yang putuskan nanti kan hasil rapat kemarin akan dilaporkan ke Presiden,” ujar Tito.
“Setelah ada arahan Bapak Presiden, baru nanti diumumkan resmi,” tegas dia.
Selain kebijakan itu, Tito mengungkapkan bakal terus menggalakan efisiensi anggaran yang dilakukan di tingkat pemerintah daerah.
Tito membuka peluang untuk melakukan penghematan listrik di kantor pemerintah daerah hingga mengimplementasikan sistem digital yang dapat memantau kegiatan ASN ketika menjalankan WFH.
“Untuk menjaga karyawan itu betul-betul working from home, dia ada di rumah, supaya enggak lari-lari kemana-kemari yang nanti malah menambah [konsumsi] BBM. Dulu zaman Covid, mereka wajib untuk handphone-nya on, setelah itu mereka mendaftar, jam 7.30 mereka absen online dan kemudian handphone wajib on,” ujar Tito.
“Dari situ nanti petugas piket bisa mengetahui lokasinya, GPS-nya harus dibuka. Jadi lokasinya kalau ketahuan dia jalan-jalan kan ketahuan gitu. Mungkin salah satunya nanti,” tegasnya.
Di sisi lain, Tito juga memastikan kebijakan efisiensi tersebut tak bakal dilakukan melalui pemotongan gaji pejabat negara hingga anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
“Enggak, enggak dibahas,” kata Tito.
Di sisi lain, Menko Airlangga mengadakan pertemuan secara virtual dengan beberapa menteri seperti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada Selasa (24/3/2026).
Dalam pertemuan tersebut, hadir pula Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.
Menteri Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyebut bahwa rapat tersebut membahas mengenai rencana kebijakan penyesuaian kembali energi dan beberapa kebijakan ekonomi.
"Rapat tersebut membahas sejumlah rencana kebijakan terkait dengan penyesuaian sektor energi guna menjaga stabilitas dan keberlanjutan ekonomi serta beberapa rencana kebijakan stimulus ekonomi," tulisnya melalui Instagram resmi @sekretariskabinet, Selasa (24/3/2026).
Teddy menyebut pertemuan tersebut membahas berbagai pandangan strategis disampaikan sebagai bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan.
(azr/wdh)





























