Langkah ini terjadi di tengah melemahnya permintaan, seiring konsumen mulai membatasi konsumsi alkohol. Heineken telah memulai efisiensi biaya, termasuk rencana pengurangan tenaga kerja, sambil berupaya memaksimalkan kapasitas produksi yang ada. Pesaing seperti Carlsberg A/S dan Anheuser-Busch InBev juga telah memperingatkan adanya permintaan yang lebih lemah atau penurunan volume penjualan.
Restrukturisasi ini akan berlangsung secara bertahap dan tidak diperkirakan memberikan dampak material terhadap kinerja keuangan perusahaan pada 2026, menurut Heineken Malaysia.
(bbn)
No more pages































