Bursa Saham Asia kompak menapaki jalur penguatan. Pada perdagangan pagi hari ini, Weighted Index (Taiwan), NIKKEI 225 (Tokyo), Topix (Jepang), KOSDAQ (Korea), Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam), Shenzhen Comp. (China), KOSPI (Korea Selatan), CSI 300 (China), Shanghai Composite (China), PSEi (Filipina), Hang Seng (Hong Kong), Straits Times (Singapura), dan KLCI (Malaysia), yang berhasil menguat masing–masing 2,88%, 2,61%, 2,39%, 2,04%, 1,97%, 1,87%, 1,73%, 1,38%, 1,21%, 1,14%, 0,75%, 0,51%, dan 0,46%.
Bursa Saham Asia mendapati katalis positif setelah laporan terbaru, melansir Bloomberg News, Amerika Serikat (AS) sedang mencari jalur diplomatik untuk menyudahi perang di Timur Tengah.
Presiden AS Donald Trump mengatakan, Iran telah menawarkan "hadiah" sebagai bukti itikad baik dalam negosiasi, mencatat bahwa itu terkait dengan aliran energi melalui Selat Hormuz.
Kemajuan ini sedikit memberikan validasi bagi investor, Washington dan mediator regional sedang membahas kemungkinan mengadakan pembicaraan perdamaian tingkat tinggi sesegera mungkin pada Kamis, tetapi menunggu tanggapan dari Teheran, lapor Axios.
Baru–baru ini, pemerintahan Trump memerintahkan Divisi Lintas Udara ke–82 Angkatan Darat untuk mengerahkan 2.000 tentara ke Timur Tengah, menambah 5.000 pasukan yang diprediksi akan mulai tiba di regional tersebut dalam beberapa hari mendatang, di tengah harapan akan pembicaraan untuk menyudahi konflik yang terus berlarut–larut.
Saat konflik 25 hari yang mengguncang pasar terus berlanjut, Trump mengatakan Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Wakil Presiden JD Vance bersama utusan khusus terlibat dalam negosiasi.
Optimisme pasar mulai bertambah usai Menteri Luar Negeri China Wang Yi mendesak Menteri Luar Negeri Iran untuk segera terlibat dalam negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) untuk menyudahi perang, menurut pernyataan pemerintah pada hari Selasa.
Wang, diplomat tertinggi China, menyampaikan komentar tersebut kepada Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam panggilan telepon, menekankan semua pihak harus menyelesaikan perselisihan melalui dialog dan negosiasi daripada penggunaan kekerasan.
“Berbicara lebih baik daripada berperang,” tutur Wang, menurut pernyataan tersebut, menyitir Bloomberg News.
“Semua pihak harus memanfaatkan setiap kesempatan untuk perdamaian dan memulai pembicaraan sesegera mungkin.”
Wang sebelumnya juga menyerukan gencatan senjata segera dan agar Komunitas Internasional meningkatkan upaya untuk mempromosikan pembicaraan perdamaian.
(fad)



























