Harga Tembaga Anjlok ke Level Terendah Akibat Perang Iran
News
23 March 2026 10:50

Bloomberg News
Bloomberg, Harga tembaga terus melanjutkan tren penurunan hingga menyentuh level terendah dalam lebih dari tiga bulan. Hal ini dipicu oleh meluasnya perang di Timur Tengah yang menggerus minat risiko di pasar keuangan global serta meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi dunia.
Logam merah ini sempat merosot hingga 1,8% di bursa London Metal Exchange (LME), menyusul kejatuhan sebesar 6,7% pada pekan lalu—penurunan tertajam sejak April 2025. Perang yang kini memasuki minggu keempat telah mendongkrak harga minyak dan gas, yang mengancam aktivitas ekonomi di seluruh dunia serta memicu inflasi. Kondisi ini diprediksi bakal memaksa bank-bank sentral untuk mengambil sikap yang lebih hawkish terkait suku bunga.
"Harga tembaga belum mencapai titik terendahnya," ujar Yan Yuhao, analis senior di Zhejiang Hailiang Co, salah satu produsen pipa dan batang tembaga utama di China. Menurutnya, pasar saat ini tengah memperhitungkan prospek resesi dan inflasi.
Di sisi lain, penurunan harga di bawah 100.000 yuan per ton di bursa Shanghai Futures Exchange (SHFE) justru memicu aksi beli "signifikan" dari para fabrikator China. Yan mencatat bahwa perusahaan-perusahaan tersebut menerima pesanan penuh hingga bulan depan. Resiliensi permintaan dari China ini diperkirakan akan mendukung harga tembaga domestik sehingga mampu berkinerja lebih baik dibandingkan harga di LME.


























