Logo Bloomberg Technoz

Selat Hormuz Lumpuh, Goldman Kerek Proyeksi Harga Minyak

News
23 March 2026 11:00

Kilang Minyak. (dok Bloomberg)
Kilang Minyak. (dok Bloomberg)

Jake Lloyd-Smith - Bloomberg News

Bloomberg, Goldman Sachs Group Inc menaikkan perkiraan harga minyak untuk tahun 2026 karena gangguan berkepanjangan pada aliran melalui Selat Hormuz, yang digambarkan sebagai guncangan pasokan terbesar sepanjang sejarah bagi pasar minyak mentah global.

Harga minyak Brent diperkirakan akan mencapai rata-rata US$85 per barel pada 2026, naik dari proyeksi sebelumnya sebesar US$77. Demikian disampaikan para analis termasuk Daan Struyven dalam catatan tertanggal 22 Maret. Proyeksi harga sepanjang tahun untuk West Texas Intermediate (WTI) dinaikkan menjadi US$79 dari US$72.


Revisi ini sebagian didasarkan pada asumsi bahwa aliran minyak melalui Selat Hormuz akan tetap hanya 5% dari tingkat normal selama enam minggu, diikuti oleh pemulihan bertahap selama satu bulan.

Pasar energi dilanda gejolak akibat perang AS-Israel dengan Iran, di mana pertempuran kini memasuki pekan keempat tanpa tanda-tanda penyelesaian.