Harga Minyak Turun saat Investor Timbang Ultimatum Trump ke Iran
News
23 March 2026 06:20

Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak mentah berbalik melemah setelah sempat menguat tipis pada awal perdagangan. Investor kini tengah menimbang ultimatum Donald Trump kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, serta ancaman balasan Teheran dalam perang Timur Tengah yang kian memanas.
Minyak jenis Brent turun ke kisaran US$111 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di dekat level US$98. Trump menegaskan Iran harus "membuka penuh" jalur air tersebut dalam waktu 48 jam atau menghadapi pengeboman pada pembangkit-pembangkit listriknya. Merespons hal itu, Teheran memperingatkan akan menargetkan seluruh infrastruktur energi, teknologi informasi, hingga fasilitas desalinasi milik AS dan Israel di kawasan tersebut jika situs energi mereka diserang.
Meskipun melandai hari ini, harga patokan global Brent tercatat telah melonjak lebih dari 50% sejak serangan AS dan Israel ke Iran pada akhir Februari lalu. Konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda ini telah memicu reli di pasar produk minyak bumi, melampaui kenaikan minyak mentah itu sendiri. Kondisi ini mengancam terjadinya gelombang inflasi global yang mengguncang pasar finansial, mulai dari komoditas hingga saham dan obligasi.
"Pergerakan harga selanjutnya membutuhkan sesuatu yang nyata, bukan sekadar retorika eskalasi," ujar Haris Khurshid, Chief Investment Officer di Karobaar Capital LP, Chicago. Ia menambahkan bahwa harga kemungkinan baru akan bergerak lebih agresif jika muncul masalah yang lebih luas terkait pelayaran atau asuransi.



























