Logo Bloomberg Technoz

Pasar Global Bergolak, S&P 500 Terjebak Ketegangan di Iran

News
23 March 2026 06:02

S&P 500 (SPX) di Bursa Efek New York (NYSE). (Michael Nagle/Bloomberg)
S&P 500 (SPX) di Bursa Efek New York (NYSE). (Michael Nagle/Bloomberg)

Vildana Hajric dan Matthew Burgess - Bloomberg News

Bloomberg, Kontrak berjangka (futures) ekuitas Amerika Serikat (AS) bergerak fluktuatif antara zona hijau dan merah pada Senin (23/3) pagi. Para investor kini bersiap menghadapi sesi perdagangan yang penuh gejolak seiring konflik di Iran yang memasuki minggu keempat tanpa menunjukkan tanda-tanda de-eskalasi.

Indeks berjangka S&P 500 menunjukkan perubahan tipis setelah sempat melemah, sementara pasar ekuitas Asia diprediksi akan terkoreksi mengikuti penurunan bursa Wall Street pada Jumat lalu. Di pasar obligasi, surat utang pemerintah Australia tenor 10 tahun memperpanjang pelemahan dengan imbal hasil (yield) melonjak 13 basis poin. Sementara itu, minyak mentah jenis Brent turun lebih dari 1% ke kisaran US$110 per barel.


Mata uang Dolar AS merangkak naik terhadap sebagian besar mata uang utama. Sebaliknya, mata uang sensitif risiko seperti Dolar Australia dan Peso Meksiko menjadi yang paling terpuruk.

Ketegangan memuncak setelah Donald Trump mengeluarkan ultimatum 48 jam kepada Teheran pada Sabtu malam untuk segera membuka kembali Selat Hormuz atau menghadapi serangan terhadap pembangkit listrik mereka. Tenggat waktu ini dijadwalkan berakhir pada Senin malam waktu New York.