Logo Bloomberg Technoz

Arab Saudi Usir Diplomat Iran, Beri Waktu 24 Jam

Redaksi
22 March 2026 15:20

Bendera Arab Saudi berkibar di kota Buraidah, Arab Saudi (Tasneem Alsultan/Bloomberg)
Bendera Arab Saudi berkibar di kota Buraidah, Arab Saudi (Tasneem Alsultan/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ketegangan diplomatik di Timur Tengah kembali memuncak setelah pemerintah Arab Saudi memerintahkan atase militer Iran, asistennya, serta tiga staf kedutaan lainnya untuk segera meninggalkan wilayah negara tersebut. Pengusiran ini dilakukan setelah otoritas Saudi menetapkan mereka sebagai persona non grata (orang yang tidak diinginkan/ditolak keberadaannya).

Menurut laporan Reuters, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada Sabtu (21/3) memberikan batas waktu 24 jam bagi para diplomat tersebut untuk keluar dari negara itu. Keputusan ini diambil menyusul apa yang disebut Riyadh sebagai serangan Iran yang terus-menerus terhadap wilayah kedaulatan Arab Saudi.

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Saudi memperingatkan bahwa serangan Iran yang berkelanjutan akan memicu eskalasi lebih lanjut. Hal ini disebut bakal membawa "konsekuensi signifikan" bagi hubungan kedua negara, baik saat ini maupun di masa depan.


Sejak dimulainya perang Amerika Serikat-Israel terhadap Iran, otoritas Saudi mengeklaim telah menjadi sasaran ratusan rudal dan drone kiriman Teheran. Meskipun demikian, pemerintah menyatakan bahwa sebagian besar serangan tersebut berhasil dicegat oleh sistem pertahanan mereka.

Sebelumnya pada Rabu lalu, Menteri Luar Negeri Arab Saudi menegaskan bahwa negara tersebut memiliki hak untuk mengambil tindakan militer terhadap Iran. Ia menyatakan bahwa kepercayaan terhadap Teheran telah hancur total menyusul serangan-serangan terbaru yang terjadi.