Logo Bloomberg Technoz

Sebelumnya, Purbaya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 5,5% hingga akhir tahun mendatang. Hal ini disampaikan bendahara negara dalam paparan APBN Kita, Rabu (11/3/2026).

“Ditopang resilensi konsumsi rumah tangga, akselerasi investasi pada proyek strategis dan perumahan,” kata Purbaya.

Selain itu, Purbaya menyebut inflasi juga masih terkelola dengan baik. Ia menyebut laju inflasi saat ini berada di kisaran 4,7%, sementara rupiah menembus angka Rp16.833/US$.

Menurut Purbaya, ketahanan sektor riil juga tercermin dari kinerja sektor manufaktur yang tetap stabil. Hal ini menjadi salah satu penopang utama aktivitas produksi di tengah dinamika perekonomian global.

“Ketahanan output sektor manufaktur juga stabilisasi, inflasi tetap terkelola dengan baik, menaikkan inflasi hingga 4,7,” ujar Purbaya.

Di sisi lain, ia mengatakan ketahanan sektor keuangan domestik juga tetap terjaga meski menghadapi tekanan dari sentimen risiko global.

“Ketahanan sektor keuangan domestik tetap berjaga, meski tertekan, sentiment risk of global, tekanan pada rupiah dan yield SBA masih manageable, seperti saya sudah katakan tadi,” kata Purbaya.

Pemerintah, lanjutnya, akan terus menjaga stabilitas pasar keuangan serta memastikan kondisi perekonomian tetap kondusif di tengah ketidakpastian global.

(ros)

No more pages