Logo Bloomberg Technoz

Masih belum jelas bagaimana Iran akan merespons jika AS secara sepihak menghentikan serangan setelah serangan terbaru yang menargetkan infrastruktur energi negara tersebut dan menewaskan sejumlah pejabat penting, termasuk kepala keamanan Ali Larijani. Pejabat Iran bahkan enggan membahas pembukaan kembali Selat Hormuz, sementara Teheran terus melancarkan serangan balasan ke negara-negara Arab di Teluk.

Trump juga menyinggung selat tersebut — jalur vital yang mengangkut sekitar seperlima aliran minyak dan gas global dan hampir tertutup sejak konflik dimulai. Ia sebelumnya menekan sekutu untuk membantu mengamankan selat itu secara militer, namun pada Jumat mengindikasikan akan menyerahkan tugas tersebut kepada negara lain.

“Selat Hormuz harus dijaga dan diawasi, jika perlu, oleh negara-negara lain yang menggunakannya — bukan Amerika Serikat!” kata Trump. “Jika diminta, kami akan membantu negara-negara tersebut dalam upaya mereka di Hormuz, tetapi seharusnya tidak diperlukan setelah ancaman Iran dihilangkan. Yang penting, ini akan menjadi operasi militer yang mudah bagi mereka.”

Pernyataan Trump bahwa negara-negara yang paling bergantung pada energi Timur Tengah harus bertanggung jawab mengamankan selat itu mengabaikan jangkauan global pasar minyak.

Meskipun AS memproduksi minyak dalam jumlah rekor, harga minyak ditentukan di pasar global, sehingga gangguan pasokan yang terkait dengan selat tersebut akan berdampak dari Beijing hingga Washington, termasuk pada konsumen di AS. AS mungkin lebih tahan terhadap guncangan fisik akibat jutaan barel yang tidak sampai ke pasar, namun tetap terikat pada dampak harga.

Komentar Trump menutup hari Jumat yang penuh gejolak di pasar keuangan setelah laporan Bloomberg News bahwa rezim Iran yang semakin mengeras menolak bernegosiasi mengenai Hormuz serta laporan bahwa AS sedang menyiapkan opsi pengerahan pasukan darat.

Harga minyak kembali melonjak pada Jumat dengan patokan global Brent crude ditutup di atas $112 per barel — tertinggi sejak pertengahan 2022. Harga kemudian melemah ke sekitar US$108 per barel dalam perdagangan tipis setelah penutupan, menyusul komentar Trump tentang kemungkinan meredakan konflik.

Saham global memperpanjang penurunan, dengan indeks saham utama AS turun tajam hingga ditutup hampir 2% lebih rendah sepanjang pekan. Imbal hasil obligasi pemerintah meningkat karena trader memperkirakan peluang 50% kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada Oktober. Sementara itu, emas mencatatkan pekan terburuk dalam empat dekade.

Sekitar satu jam sebelum unggahan media sosialnya, Trump menolak gagasan menghentikan permusuhan dan menyatakan keyakinan bahwa Hormuz akan terbuka “dengan sendirinya” meskipun sekutu enggan membantu.

“Saya tidak ingin gencatan senjata. Anda tidak melakukan gencatan senjata ketika Anda benar-benar sedang menghancurkan pihak lawan,” kata presiden di Gedung Putih. “Kami tidak mencari itu.”

Dalam beberapa hari terakhir, Trump menunjukkan frustrasi yang meningkat setelah seruannya agar sekutu membantu kapal melintasi selat ditolak, termasuk dengan mengkritik mitra AS seperti North Atlantic Treaty Organization dan China.

“NATO bisa membantu kami, tetapi sejauh ini mereka tidak memiliki keberanian untuk melakukannya. Dan yang lain juga bisa membantu, tetapi kami tidak memanfaatkannya,” ujar Trump tentang selat tersebut. “Pada titik tertentu, itu akan terbuka dengan sendirinya.”

Tambahan gejolak pasar juga dipicu oleh pertimbangan pemerintah AS terhadap operasi darat. Trump bersikap mengelak ketika ditanya mengenai rencananya untuk Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran. Pejabat AS mengatakan Gedung Putih telah memerintahkan pengerahan ratusan marinir ke Timur Tengah sambil mempertimbangkan rencana untuk menguasai lokasi tersebut.

“Saya mungkin punya rencana atau mungkin tidak, tapi bagaimana saya bisa mengatakan itu kepada wartawan?” kata Trump.

Langkah untuk menggunakan pasukan darat guna menguasai fasilitas energi Iran akan membawa risiko besar bagi Trump, termasuk meningkatkan bahaya bagi pasukan AS serta memperluas biaya dan skala operasi.

Pentagon telah meminta tambahan dana sebesar US$200 miliar dari Kongres untuk membiayai perang, mengirim sinyal campuran mengenai berapa lama pemerintah memperkirakan konflik akan berlangsung. Rezim di Teheran belum menunjukkan tanda-tanda akan runtuh, dan pejabat Iran justru semakin bersatu di sekitar kepemimpinan yang tersisa, menurut penilaian intelijen Barat.

Kenaikan harga bahan bakar juga menjadi tantangan bagi Trump dan Partai Republik menjelang pemilu paruh waktu November. Harga bensin dan diesel di AS telah melonjak ke level tertinggi sejak 2022, dengan regulator energi di California sudah memperingatkan praktik kenaikan harga berlebihan setelah beberapa SPBU mematok harga hingga US$8 per galon.

(bbn)

No more pages