Lonjakan harga minyak mentah dan gas akibat konflik meningkatkan kecemasan akan inflasi, sehingga mengurangi peluang Bank Sentral untuk menurunkan biaya pinjaman. Hal ini menjadi tekanan bagi emas, yang tidak memberikan imbal hasil bunga.
Terlebih lagi, investor turut menjual emas untuk menutup kerugian di aset lain, seperti saham dan obligasi, serta arus keluar dari exchange–traded funds (ETF) berbasis emas.
Analisis Teknikal
Secara teknikal dalam perspektif harian, kenaikan harga emas pada siang hari ini mengirimkan sinyal kembali ke zona bullish setelah dalam 7 candle terpeleset ke teritori bearish. Saat ini Relative Strength Index (RSI) emas ada di level 37.
RSI di bawah level 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish, namun memang sinyal rebound perlahan mulai terlihat.
Potensi kenaikan harga emas lanjutan pun masih terbuka. Target kenaikan atau resistance terdekat adalah US$ 4.840/ons tepat pada MA–5 nya. Jika tertembus, maka US$ 5.000/ons bisa menjadi resistance berikutnya.
Sementara target pelemahan atau support terdekat ada di US$ 4.502/ons. Penembusan di titik ini bisa menyeret harga emas turun lagi ke US$ 4.400/ons.
(fad)



























