Dalam waktu dekat, kata dia, tahapan pengelasan pipa perdana bakal dilakukan. Setelah itu, proses pembangunan bakal dilakukan.
“Setelah pengelasan pertama baru proses pembangunan. Kita juga strateginya sama dibagi beberapa ruas, ini kan lebih luas lagi 541 km dan harus cepat,” tegasnya.
Dalam kesempatan sebelumnya, Laode menjelaskan proyek pipa transmisi gas bumi Dumai—Sei Mangkei (Dusem) akan memasuki prosesengineering, procurement, and construction (EPC) pada tahun ini dan ditargetkan rampung pada 2027.
Setelah itu, kata Laode, pipa transmisi gas bumi Dusem ditargetkan mulai menyalurkan gas mulai 2028.
"Dusem tahun ini mulai EPC, 2027 selesai, insyallah 2028 gas dari Andaman masuk," tegas Laode di kantor Kementerian ESDM, Rabu (21/1/2026).
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung meresmikan pengaliran gas perdana di proyek transmisi gas bumi Cirebon—Semarang (Cisem) tahap 2, pada hari ini, Rabu (18/03/2026).
Pengaliran gas tersebut dilakukan usai pekerjaan engineering, procurement, dan construction (EPC) rampung pada 5 Maret 2026, serta telah ditandatangani berita acara serah terima (BAST) 1 pada tanggal yang sama.
“Untuk ruas transmisi yang untuk Cisem-2 ini adalah 245 km. Ini dari total Cisem-1, Cisem-2 itu sekitar 305 km. Ya tentu ini merupakan ruas yang cukup panjang yang kita bangun,” kata Yuliot dalam Gas In Ceremony Pembangunan Pipa Transmisi Gas Cisem 2 di Onshore Receiving Facility (ORF).
Dia mengungkapkan, Ditjen Migas Kementerian ESDM sebelumnya telah melaksanakan uji coba pengaliran gas dan dinyatakan dalam kondisi aman, tanpa adanya kebocoran.
Proyek pipa sepanjang 242 km tersebut merupakan proyek strategis nasional (PSN) dan dibangun oleh Kementerian ESDM melalui pembiayaan multi years Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Dengan adanya investasi yang dilakukan oleh pemerintah justru dengan investasi pemerintah ini diserahkan kepada badan pengelola untuk daya saing untuk toll fee-nya itu bisa ditekan seminimal mungkin,” klaim Yuliot.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, pembangunan proyek tersebut dimulai 6 Agustus 2024, dengan total investasi sebesar Rp2,7 triliun dan kumulatif jam kerja selama masa pelaksanaan konstruksi mencapai 4.659.090 jam.
Lebih lanjut, dalam 19 bulan pembangunan terdapat sejumlah pekerjaan yang dikerjakan. Antara lain; pembangunan jalur pipa gas diameter 20 inci sepanjang 242 km; pengadaan gas compressor package di Stasiun ESDM Semarang.
Lalu, pengadaan pig launcher di Stasiun ESDM Batang; pengadaan gas metering dan pig receiver di Stasiun Gas Kandang Haur Timur; dan pembangunan 16 unit line break control valve (LBCV).
Di sisi lain, serapan tenaga kerja maksimal pada masa puncak yakni periode Juni–Juli 2025 mencapai 1.981 orang dengan hasil self-assessment serapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 60,58%.
Sumber pasokan gas untuk pengaliran pada Pipa Cisem Tahap 2 berasal dari Lapangan Jambangan Tiung Biru (JTB).
(lav)





























