Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imannudin, menegaskan bahwa gambar yang ditampilkan berasal dari rekaman kamera pengawas tanpa rekayasa.
Penyidik menjelaskan, penelusuran dilakukan melalui rekaman kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik, termasuk saat korban berada di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) sebelum kejadian.
Dari hasil analisis, korban diketahui sempat diikuti oleh terduga pelaku sejak keluar dari lokasi tersebut hingga menuju tempat kejadian perkara.
Selain itu, kepolisian mengungkap adanya dugaan keterlibatan lebih dari satu pelaku dalam peristiwa tersebut.
“Namun demikian dari hasil penyelidikan kami tidak menutup kemungkinan juga ini pelaku dapat diduga lebih dari empat sebagaimana informasi awal yang kami sampaikan kepada rekan-rekan media sekalian,” ujar pihak kepolisian.
Polda Metro Jaya juga menjelaskan bahwa gambar tersebut merupakan hasil pengambilan dari rekaman CCTV yang telah diperoleh dan tidak mengalami perubahan maupun pengolahan, sehingga dapat dipertanggungjawabkan keasliannya serta bukan merupakan hasil kecerdasan buatan.
Berdasarkan rekaman tersebut, pelaku diduga menggunakan sepeda motor dan mengenakan pakaian bermotif batik serta busana berwarna biru. Pergerakan mereka terekam di sejumlah titik sebelum hingga setelah kejadian.
“Ini adalah murni kami ambil dari CCTV yang tertangkap kamera pengawas di sepanjang jalur yang dilalui para pelaku. Sehingga bukan hasil artificial intelligence,” ujarnya.
Dalam rekaman yang ditampilkan, terlihat dua orang berada dalam satu sepeda motor. Sosok yang berada di bagian depan diduga sebagai pengendara, sementara penumpang di belakang disebut sebagai pelaku yang melakukan penyiraman.
“Ini adalah bagian belakang, yang di TKP terlihat menyiramkan cairan kepada korban,” katanya.
Kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh aparat kepolisian.
(dhf)

























