Logo Bloomberg Technoz

Dalam sepekan terakhir, harga minyak jenis brent melesat 17,37%. Sedangkan yang jenis light sweet terangkat 15,08%.

Saat harga minyak makin mahal, ini akan mendorong peralihan ke sumber energi primer lainnya termasuk batu bara. Ekspektasi peningkatan permintaan mendorong harga batu bara ke utara.

Tumpukan batu bara yang masih berasap dimuat ke truk. Fotografer: Muhammad Fadli/Bloomberg

Analisis Teknikal

Lantas bagaimana perkiraan harga batu bara untuk hari ini, Selasa (17/3/2026)? Apakah akan ada penurunan tiga hari beruntun?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), batu bara masih nyaman di zona bullish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 69. RSI di atas 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Akan tetapi, indikator Stochastic RSI 14 hari sudah menyentuh 35. Menghuni area jual (short) yang kuat.

Untuk perdagangan hari ini, harga batu bara masih berisiko turun lagi. Apalagi harga sudah menyentuh pivot point US$ 135/ton.

Target support terdekat ada di US$ 134/ton yang merupakan Moving Average (MA) 5. Support lanjutan ada di MA-10 yakni US$ 133/ton.

Level support berikutnya ada di US$ 125-113/ton. Target paling pesimistis atau support terjauh adalah US$ 110/ton.

Namun apabila harga batu bara mampu bangkit, maka US$ 136/ton bisa menjadi target resisten terdekat. Jika tertembus, maka US$ 139/ton bisa menjadi target selanjutnya.

(aji)

No more pages