Logo Bloomberg Technoz

Kementerian keuangan sebutnya, juga akan terus  menambal kebocoran-kebocoran yang terjadi dalam bidang perpajakan seperti underinvoicing sehingga dapat menambah pundi-pundi penerimaan negara.

“Udah kita deteksi perusahaan-perusahaan yang mana yang melakukan under-invoicing dan jumlahnya berapa. Saya pikir itu akan memperbaiki terus income kita ke depan.” katanya.

Bendahara negara menyebut paling tidak telah mendeteksi sekitar 10 perusahaan yang melakukan praktik underinvoicing. Sayangnya Purbaya belum mau menyebut nama-nama perusahaan tersebut.

Tak Akan Naikkan BBM Subsidi

Purbaya juga memastikan bahwa pemerintah belum akan menaikkan harga BBM bersubsidi meski saat ini harga minyak terus melambung.

“Belum, kita nggak akan naikin harga BBM. Jadi fungsi dari fiskal adalah menjadi shock absorber dari gejolak global. Jadi ketika harga minyak dunia naik kan, kalau kita naik kita pasti langsung harga BBM langsung naik.” katanya.

Ia juga menyebut Kementerian Keuangan saat ini juga tengah mengoptimalisasi anggaran dari sejumlah program di kementerian maupun lembaga. Termasuk penerimaan pajak, pengelolaan kas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. 

“[harga] minyak naik kan, batu bara naik, nikel juga naik. Kita lihat netnya berapa sih? Kenaikan beban anggarannya. Itu kan belum kelihatan sekarang, belum stabil. Jadi kita belum kelihatan sampai sekarang, tapi rasanya sih anggaran cukup bisa bertahan, kecuali naiknya tinggi sekali ya,” jelas Purbaya. 

(ell)

No more pages