Trump mengatakan AS sedang bernegosiasi dengan "sekitar tujuh" negara untuk terlibat membantu kapal-kapal melewati selat tersebut, tetapi menolak menyebutkan negara mana saja yang terlibat dalam diskusi tersebut.
Presiden AS mengatakan beberapa negara memiliki kapal pembersih ranjau atau "jenis kapal tertentu" yang dapat membantu mengamankan jalur air tersebut agar kapal tanker minyak dapat melintasinya. Ia menambahkan bahwa ia ingin kerja sama tersebut dimulai "segera," tetapi mengakui hal itu akan "membutuhkan sedikit waktu."
Konflik Iran secara efektif menghentikan perdagangan melalui Selat Hormuz, jalur laut vital yang pada masa normal mengalirkan seperlima produksi minyak global, beserta berbagai komoditas lainnya. Membuka selat tersebut untuk perdagangan menjadi tujuan utama presiden AS karena harga minyak telah melampaui US$100 per barel.
Dalam wawancara pada Minggu pagi dengan Financial Times, Trump mengatakan ia akan menunda KTT yang direncanakannya dengan Presiden China Xi Jinping jika Beijing tidak membantu membuka blokade selat tersebut.
Dia juga memperingatkan dalam wawancara tersebut bahwa NATO akan menghadapi masa depan yang "sangat buruk" jika negara-negara anggotanya gagal membantu di Selat Hormuz.
(bbn)





























