Selama hambatan ini belum mereda, sepertinya BI akan tetap menjauhi pelonggaran kebijakan moneter. MH Thamrin diperkirakan tetap menahan suku bunga dalam Rapat Dewan Gubernur periode Maret. Gejolak harga energi memperbesar risiko perekonomian domestik dan kekhawatiran bagi pasar Indonesia lantaran cadangan minyak dan ruang fiskal relatif terbatas.
Selain faktor fundamental tersebut, indikasi teknikal juga menunjukkan tekanan terhadap rupiah masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek.
Secara teknikal, nilai tukar rupiah masih berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari ini. Target pelemahan menuju Rp16.960/US$ sampai dengan Rp16.980/US$. Level selanjutnya pelemahan berharap tertahan di Rp17.000/US$ dengan tertembusnya support kuat dari posisi sebelumnya.
Adapun dalam tren jangka menengah, atau dalam sepekan perdagangan, rupiah terkonfirmasi membentuk tren bearish. Apabila tertembus trendline channel kuatnya lagi, maka berpotensi makin melemah hingga Rp17.200/US$ yang tercermin.
Apabila rupiah memberikan tanda-tanda menguat nantinya, maka resistance terdekat dapat menuju Rp16.900/US$, Laju rupiah dalam resistance di antara Rp16.870/US$ sampai dengan Rp16.800/US$.
(riset/aji)






























