Pemerintah bakal memulai stop impor solar pada solar dengan angka setana atau cetane number (CN) 48. Sementara impor solar berkualitas tinggi atau CN51 akan dihentikan pada semester II-2026.
Bahlil menerangkan langkah menghentikan impor solar itu berdasarkan kapasitas produksi domestik yang bakal naik setelah Refinery Development Masterplan Program (RDMP) di Kilang Balikpapan beroperasi.
Selain itu, Bahlil menambahkan bahwa kementeriannya bakal mengerek bauran solar dengan biodiesel sebesar 50% pada semester II-2026.
Selepas penerapan B50, Bahlil memperkirakan produksi solar domestik bakal surplus sekitar 4 juta ton nantinya.
"Pada 2026 kita tidak lagi melakukan impor solar C48, informasi ini bagus bagi kita, tetapi tidak bagus bagi importir," kata Bahlil di Kuliah Umum Media Indonesia, Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Terpisah, Juru bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan wacana pemerintah menyetop impor solar tidak akan terpengaruh oleh kesepakatan dagang timbal balik atau agreement on reciprocal trade dengan AS.
Dia memastikan rencana Indonesia menyetop impor solar mulai tahun ini tetap berlanjut, meskipun pemerintah resmi meneken perjanjian pembelian komoditas minyak dan gas (migas) senilai US$15 miliar atau setara Rp253,4 triliun (kurs Rp16.894) dari AS.
"Namun, tidak melepaskan bahwa kita tetap harus mengedepankan kemandirian energi kita dalam hal yang komitmen Pak Menteri untuk stop impor solar dan lainnya tetap jalan. Ini satu hal yang berbeda karena kesepakatan untuk perdagangan antara kita dengan Amerika," kata Anggia kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (20/2/2026).
Adapun, Indonesia diwajibkan mendukung dan memfasilitasi pembelian gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG) senilai US$3,5 miliar atau setara Rp59,13 triliun.
Selain itu, Indonesia akan mengimpor minyak mentah atau crude oil dari Amerika Serikat senilai US$4,5 miliar atau setara Rp76,02 triliun.
Terakhir, Indonesia akan mengimpor bahan bakar minyak (BBM) atau bensin olahan senilai US$7 miliar atau setara Rp118,26 triliun.
(azr/ros)




























