Namun, kenaikan laba kotor belum mampu menahan penurunan laba bersih. Hal ini antara lain dipengaruhi oleh kenaikan beban umum dan administrasi yang meningkat menjadi Rp3,37 triliun dari Rp2,94 triliun pada 2024, serta lonjakan beban pajak penghasilan menjadi Rp2,82 triliun dari Rp2,04 triliun pada tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca, total aset perseroan tercatat Rp51,56 triliun pada akhir 2025, turun sekitar 5,03% yoy dari Rp54,29 triliun pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, total liabilitas turun menjadi Rp23,21 triliun, menyusut 10,49% yoy dibandingkan Rp25,93 triliun pada 2024, dengan rincian liabilitas jangka panjang sebesar Rp2,83 triliun dan liabilitas jangka pendek Rp20,6 triliun. Sedangkan ekuitas relatif stabil di Rp28,35 triliun.
Di sisi likuiditas, perusahaan mencatat arus kas dari aktivitas operasi Rp7,41 triliun, meningkat dari Rp5,16 triliun pada tahun sebelumnya, dengan kas dan setara kas naik menjadi Rp4,77 triliun pada akhir 2025.
(dhf)































