Logo Bloomberg Technoz

Menurut dia, meningkatnya ketidakpastian global terkait konflik Amerika Serikat dan Israel dengan Iran membuat pelaku pasar cenderung mengadopsi strategi trading jangka pendek.

Kondisi tersebut juga diperkuat oleh sikap wait and see menjelang periode libur panjang Lebaran.

Penutupan IHSG Sesi II pada Rabu 11 Maret 2026 (Bloomberg)

Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang support di 7.335–7.200 dan resistance di 7.440–7.500.

Pandangan serupa juga dalam riset Phintraco Sekuritas. Dalam risetnya, Phintraco menilai IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan dengan menguji area 7.300–7.350.

Secara teknikal, indikator Stochastic RSI dan MACD masih menunjukkan kecenderungan melemah. IHSG sebelumnya sempat menguat hingga level 7.527 sebelum akhirnya ditutup kembali di zona merah pada level 7.389,40.

Dari sentimen global, investor masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.

Laporan terbaru menyebutkan tiga kapal di lepas pantai Iran terkena proyektil, yang kembali mendorong kenaikan harga minyak mentah.

Harga minyak WTI tercatat melonjak 4,55% ke level US$87,25 per barel pada perdagangan Rabu (11/3). Kenaikan tersebut terjadi di tengah kekhawatiran gangguan pasokan energi akibat eskalasi konflik di kawasan tersebut.

Selain itu, rupiah juga ditutup melemah di level Rp16.886 per dolar AS, dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik serta kekhawatiran terhadap prospek inflasi domestik dan potensi pelebaran defisit APBN.

Sementara itu, indeks saham di Wall Street pada perdagangan terakhir ditutup mixed cenderung melemah, karena investor masih menilai dampak konflik Iran terhadap inflasi dan stabilitas pasar energi global.

Di tengah kondisi tersebut, analis masih merekomendasikan sejumlah saham defensif dan berbasis konsumsi. BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham ULTJ, UNVR, dan SCMA.

Adapun Phintraco Sekuritas memasukkan ULTJ, UNVR, TOBA, WIFI, dan BSDE sebagai top picks pada perdagangan Kamis (12/3).

(fik/naw)

No more pages