Harga Minyak Terus Melejit Akibat Konflik di Selat Hormuz
News
12 March 2026 06:40

Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak mentah terus menguat untuk hari kedua setelah sesi perdagangan yang volatil. Meningkatnya retorika terkait perang Iran memicu kekhawatiran akan konflik yang berkepanjangan, mengalahkan dampak dari kebijakan pelepasan cadangan minyak darurat oleh negara-negara maju.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik hingga 3% menjadi US$89,87 per barel, melanjutkan tren positif setelah melonjak hampir 5% pada perdagangan Rabu. Di sisi diplomasi, Iran dilaporkan telah memberi tahu mediator regional bahwa syarat gencatan senjata adalah adanya jaminan dari AS bahwa pihaknya maupun Israel tidak akan menyerang Iran di masa depan. Washington kemungkinan besar akan menolak syarat tersebut, yang semakin mengikis harapan pasar akan berakhirnya perang dalam waktu dekat.
Harga minyak sempat turun tipis pada Rabu setelah Badan Energi Internasional (IEA) menyepakati pelepasan 400 juta barel cadangan minyak—sebuah angka yang belum pernah terjadi sebelumnya, bahkan melampaui jumlah yang dilepas saat invasi Rusia ke Ukraina. Namun, banyak pelaku pasar tetap waspada karena kurangnya kejelasan mengenai rencana pelepasan cadangan oleh AS. Meski Donald Trump mengindikasikan akan menggunakan cadangan tersebut, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Hingga saat ini, Selat Hormuz yang krusial masih tertutup secara efektif bagi pengiriman komersial, dan pasar sedang memantau dengan saksama kapan aktivitas perdagangan normal dapat pulih. Kekhawatiran meningkat setelah tiga kapal diduga terkena proyektil di jalur air sempit tersebut dan di Teluk Persia pada hari Rabu, yang menggarisbawahi besarnya bahaya bagi pelayaran di kawasan itu.































