Desain Apple punya tujuan utama agar pengguna dapat lebih nyaman dalam aktivitas menonton video, kata sumber-sumber tersebut. Hal ini juga seharusnya memudahkan developer untuk merancang ulang aplikasi iPhone mereka agar lebih mirip dengan software iPad.
Juru bicara Apple yang berbasis di Cupertino, California, menolak berkomentar.
Apple sedang mengembangkan layout aplikasi iOS baru dan memperbarui program inti iPhone-nya untuk menambahkan bilah samping di tepi kiri layar, mirip dengan banyak aplikasi iPad-nya. Developer kemudian akan dapat menyesuaikan software iPhone mereka untuk antarmuka baru ini, yang akan menggunakan proporsi serupa dengan iPad dalam mode lanskap.
Walau menawarkan pengalaman aplikasi serupa iPad, iPhone Fold ini akan menjalankan sistem operasi iOS standar — bukan iPadOS, sistem operasi tablet milik perusahaan. Ini berarti iPhone Fold akan mempertahankan sistem multitasking yang lebih sederhana, ketimbang mengadopsi interface desktop seperti iPadOS 26. Ia juga tidak akan menjalankan aplikasi iPad yang sudah ada secara langsung.
Meski iPhone lipat tidak dapat menjalankan beberapa jendela sekaligus seperti iPad mini, ia akan dapat menampilkan dua aplikasi secara berdampingan. Fitur ini sesuai dengan fitur utama HP lipat lipat yang ditawarkan oleh Samsung, Google milik Alphabet Inc., atau merek lain.
Selama pengembangan, Apple menyimpulkan bahwa dua kelemahan terbesar perangkat lipat saat ini adalah layar internal yang sempit dan lipatan yang terlihat. Akan tetapi, memperbaiki masalah ini tidak mudah, dan itulah salah satu alasan Apple masuk ke kategori ini jauh lebih lambat daripada pesaingnya.
Apple memilih teknologi layar baru yang mengurangi lipatan tanpa menghilangkannya sepenuhnya. Meskipun tidak sempurna, pendekatan ini berpotensi memberikan keunggulan pemasaran bagi perusahaan.
Masalah utama lain yang diatasi Apple adalah ketahanan, yang sering dianggap tantangan perangkat lipat. Tujuannya adalah meningkatkan jumlah kali layar dapat dibuka dan ditutup sebelum mengalami kerusakan.
Layar luar, yang lebih pendek dari layar pada kebanyakan iPhone, akan memperkenalkan inovasi baru bagi Apple: lubang kecil untuk kamera depan. Elemen ini menggantikan notch “pil” pada iPhone saat ini. Desain ini juga akan diterapkan pada versi layar sentuh MacBook Pro pada akhir tahun ini, seperti dilaporkan oleh Bloomberg News.
Perusahaan dapat mengadopsi desain iPhone Fold dengan menghilangkan sistem pengenalan wajah Face ID dan menggantinya dengan integrasi Touch ID ke tombol samping. Ini menandai kali pertama Apple meluncurkan iPhone dengan sensor sidik jari sejak iPhone SE generasi ketiga pada 2022.
Apple tidak memiliki pilihan lain selain mengambil pendekatan ini karena panel depan iPhone lipat terlalu tipis untuk menampung array sensor Face ID. Desain lubang kamera ini tetap akan mencakup antarmuka Dynamic Island untuk menampilkan pemberitahuan sistem dan memantau informasi dari aplikasi.
Untuk layar dalam, Apple telah menguji dua pendekatan. Salah satunya menggunakan teknologi baru yang menyembunyikan kamera sepenuhnya di bawah layar. Hal lainnya mengandalkan lubang kecil di layar. Selama pengujian, Apple mengaku bahwa pendekatan di bawah layar menghasilkan kualitas gambar yang lebih buruk.
Bagian belakang ponsel akan dilengkapi dengan dua kamera, satu lebih sedikit dibandingkan dengan iPhone high-end saat ini. Apple yakin bahwa layar internal yang besar, fitur produktivitas yang lebih baik, dan harga sekitar US$2.000 akan tetap menempatkan perangkat ini di puncak jajaran iPhone. Apple juga membidik penggemar perangkat Android lipat untuk “pindah haluan”.
(bbn)































