Logo Bloomberg Technoz

“Mobil tumbuhnya 12%. Itu melanjutkan tren penguatan sejak November, Desember tahun lalu. Kalau dilihat di tahun 2025 itu cenderung bahkan positif terus sampai dengan September, November tahun lalu. Sekarang tetap positif,” ujar Purbaya. 

“Jadi memang ada perbaikan yang nyata dari daya beli masyarakat. Kita [proyeksi] kedepan akan membaik terus.”

Bagaimanapun, Purbaya menegaskan kondisi perekonomian Indonesia jauh dari krisis lantaran sejumlah ekonom menyebut RI dalam kondisi resesi hingga daya beli yang memburuk. 

“Jadi kalau ada ekonom-ekonomi di luar, ekonomi resesi, masyarakat enggak punya duit, itu sepertinya berlawanan dengan survey yang dilakukan oleh BI untuk consumer confidence dan juga dilakukan oleh LPS,” ujarnya.  

“Untuk consumer confidence, semuanya menunjukkan daya beli yang membaik.”

Dalam kaitan itu, Purbaya sebelumnya telah meninjau salah satu pasar terbesar di Indonesia yakni Tanah Abang untuk melihat aktivitas jual-beli hingga memastikan daya beli masyarakat masih baik. Daya beli masyarakat masih terjaga lantaran pasar tersebut sangat ramai dan terdayak aktivitas jual-beli di setiap lantai pasar. 

Dia juga menuturkan, kondisi Pasar Tanah Abang yang ramai  juga menjadi bukti bahwa harga minyak mentah dunia yang tengah melambung tinggi hingga ke level US$ 113/barel di tengah perang Iran vs AS-Israel belum berefek langsung ke aktivitas ekonomi dalam negeri.

"Jadi ekonomi kita sedang bagus, teman-teman enggak usah takut, nanti kalau harga minyak dunia naik pun kita akan coba absorb lewat APBN dan kita akan mengendalikan semaksimal mungkin," ucap Purbaya, Senin (9/3/2026). 

(lav)

No more pages