Logo Bloomberg Technoz

Dengan memperkuat pasar modal, sumber pembiayaan jangka panjang bagi perekonomian dapat diperluas sehingga meningkatkan daya tahan ekonomi dan kepercayaan investor.

Sementara, terkait pandangan sejumlah lembaga yang memberikan outlook negatif terhadap ekonomi Indonesia, Kiki menilai penilaian tersebut tetap mengakui bahwa fundamental ekonomi domestik masih cukup baik. Namun, terdapat sejumlah aspek yang menjadi perhatian, salah satunya kondisi di pasar modal.

Menurutnya, masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi regulator untuk melakukan langkah korektif agar kondisi pasar dapat membaik.

"Harapannya ini akan memperbaiki situasi dan ke depan outlook bisa kembali dinaikkan lagi. Kalau ratIng sih harapan kita tentu kita semua selalu menjaga," jelasnya. 

Adapun pada kesempatan tersebut, Kiki mengungkapkan alasan dirinya maju mencalonkan diri sebagai ADK OJK. 

Menurutnya, "Karena saya terpanggil melihat kekosongan kepemimpinan di OJK beberapa waktu yang lalu, dan kebutulan saya sudah di dalam jadi saya mereasa terpanggil untuk memimpin OJK menahkodai OJK di saat yang tidak mudah seperti saat ini."

Sebagaimana diketahui, sejumlah lembaga pemeringkat internasional memberikan catatan terkait prospek fiskal Indonesia ke depan, terutama terkait ketidakpastian kebijakan pada pemerintahan baru di bawah Prabowo Subianto.

Beberapa program yang dijanjikan dalam kampanye dinilai berpotensi meningkatkan beban fiskal apabila tidak diimbangi dengan reformasi pendapatan negara. Selain itu, berakhirnya lonjakan harga komoditas global juga diperkirakan dapat menekan penerimaan negara.

Sementara itu, beberapa lembaga keuangan global seperti Morgan Stanley dan HSBC menurunkan rekomendasi terhadap pasar saham Indonesia karena meningkatnya ketidakpastian kebijakan, pelemahan rupiah, serta tingginya suku bunga global. 

Kendati demikian, sebagian besar lembaga tetap menilai fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat, dengan disiplin fiskal dan daya tahan eksternal yang relatif terjaga.

(ell)

No more pages