Logo Bloomberg Technoz

Dalam situasi tersebut, ia menyarankan masyarakat memastikan kondisi keuangan rumah tangga tetap sehat dengan menjaga keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran.

Beberapa prinsip dasar yang perlu diperhatikan antara lain memastikan penghasilan lebih besar daripada pengeluaran, memiliki dana darurat setara enam hingga dua belas kali pengeluaran, serta menjaga porsi cicilan tidak melebihi 35% dari pendapatan.

Selain itu, Melvin juga menekankan pentingnya memiliki aset yang lebih besar dibandingkan utang serta perlindungan keuangan melalui asuransi.

Dalam kondisi ketidakpastian ekonomi, ia menyarankan masyarakat memperkuat likuiditas dan arus kas dalam portofolio investasi.

Untuk profil investor konservatif misalnya, komposisi investasi dapat diarahkan pada 40% aset likuid, 40% obligasi atau instrumen pendapatan tetap, serta 30% saham berkapitalisasi besar atau saham dengan dividen.

Sementara bagi investor moderat, komposisinya dapat berupa 20% aset likuid, 50% instrumen pendapatan tetap, dan 30% saham berbasis value investing atau dividen. 

Adapun investor agresif dapat menempatkan sekitar 20% pada aset likuid, 30% pada instrumen pendapatan tetap, serta 50% pada saham.

Senada dengan itu, perencana keuangan Rista Zwestika CFP, WMI, menilai kondisi global yang tidak stabil menuntut masyarakat lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran, termasuk dalam memanfaatkan THR.

“Menurut saya, ketika situasi global sedang tidak stabil, baik karena geopolitik, ancaman krisis ekonomi, atau ketidakpastian pasar, masyarakat justru perlu lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa dalam kondisi ekonomi yang tidak pasti, arus kas rumah tangga perlu dijaga dengan lebih disiplin.

“THR bukan uang kaget, tapi uang strategis,” kata Rista kepada Bloomberg Technoz, Selasa (10/3/2026).

Menurutnya, THR sebaiknya digunakan untuk memperkuat kondisi keuangan keluarga, bukan semata untuk konsumsi jangka pendek.

Ia menyarankan beberapa prioritas dalam pengelolaan THR di tengah ketidakpastian global. Salah satunya adalah memperkuat dana darurat guna mengantisipasi risiko terhadap pekerjaan atau pendapatan.

Selain itu, masyarakat juga disarankan menggunakan sebagian THR untuk mengurangi utang konsumtif, terutama yang memiliki bunga tinggi seperti kartu kredit atau pinjaman online.

Di sisi lain, pengeluaran untuk merayakan Lebaran tetap dapat dilakukan, namun dengan perencanaan anggaran yang jelas agar tidak mengganggu kondisi keuangan rumah tangga.

Rista juga menyarankan masyarakat tetap menyisihkan sebagian dana untuk investasi yang relatif stabil guna menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang.

Sebagai gambaran sederhana, pembagian THR dapat dilakukan dengan alokasi sekitar 40% untuk kebutuhan Lebaran dan keluarga, 30% untuk tabungan atau dana darurat, 20% untuk investasi atau tujuan keuangan jangka panjang, serta 10 persen untuk zakat atau berbagi.

Menurutnya, sikap yang paling penting dalam mengelola keuangan di tengah ketidakpastian global adalah tetap rasional dan disiplin.

“Saat dunia tidak pasti, keuangan keluarga harus dibuat semakin pasti,” ujarnya.

(rtd)

No more pages