Dari domestik, penjualan ritel Indonesia tumbuh 5,7% secara tahunan pada Januari 2026, naik dari 3,5% secara tahunan pada Desember 2025.
“Jika berhasil ditembus, penguatan dapat berlanjut menuju 7.580–7.700,” tulis tim BRI Danareksa.
Kendati demikian, BRI Danareksa menambahkan, pasar masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah.
Selain itu, pasar turut menantikan rilis inflasi AS Februari 2026 yang diperkirakan naik 2,4% secara tahunan dengan core CPI 2,5% secara tahunan, sebagai indikator arah kebijakan The Fed.
Sementara itu, Kiwoom Sekuritas menyoroti manuver investor asing yang justru melakukan penjualan bersih sekitar Rp2,63 triliun di seluruh pasar saat IHSG rebound kemarin.
Sejumlah saham yang dilego investor asing di antaranya PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
“Volatilitas masih akan tinggi sepanjang pekan ini, apalagi menyambut libur panjang hari raya Idulfitri yang akan dimulai pekan depan,” tulis tim riset Kiwoom Sekuritas.
Menurut Kiwoom Sekuritas, aksi jual musiman untuk mengamankan portofolio dari faktor uncertainty selama libur, menjadi alasan gerakan market yang erratic.
“Support terdekat IHSG 7.370,” tulis tim riset Kiwoom.
Di sisi lain, tim riset MNC Sekuritas menggarisbawahi IHSG belakangan masih didominasi oleh tekanan jual.
“Perlu dicermati area 7.140 sebagai area koreksi berikutnya, adapun area penguatan IHSG terdekat berikutnya berada pada rentang 7.573-7.701,” tulis MNC Sekuritas.
Sebelumnya, IHSG dan bursa saham Asia kompak menguat pada penutupan perdagangan kemarin.
Sentimen positif datang dari optimisme pasar terhadap meredanya tensi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel vs Iran.
Pada Selasa (10/3/2026), IHSG ditutup di posisi 7.440,91. Melejit 1,41% dibandingkan hari sebelumnya.
Saham–saham barang baku, saham perindustrian, dan saham konsumen non-primer jadi yang paling tinggi penguatannya hari ini, yaitu 4,42%, 2,86% dan 2,58%. Selanjutnya saham transportasi menguat hingga 2,29%.
Di level Asia, indeks KOSPI (Korea), KOSDAQ (Korea), NIKKEI 225 (Jepang), TOPIX (Jepang), FTSE Straits Times (Singapura), Hang Seng (Hong Kong), Weighted Index (Taiwan), PSEi (Filipina), Shenzhen Comp. (China), SETI (Thailand), FTSE KLCI (Malaysia), CSI300 (China), SENSEX (India), dan Shanghai Comp. (China) masing–masing berhasil menguat 5,35%, 3,21%, 2,88%, 2,47%, 2,19%, 2,17%, 2,06%, 2,01%, 1,84%, 1,65%, 1,64%, 1,28%, 0,82%, dan 0,65%.
(naw)






























