Pengumuman tersebut menandakan tekad Presiden Donald Trump untuk memperdalam komitmen AS terhadap Israel di tengah kemitraan kedua negara dalam memerangi Iran. Sebelumnya pada hari Selasa, Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan Israel telah menjadi "mitra yang sangat kuat dalam upaya ini."
Kontrak baru ini bukanlah penjualan militer asing formal antar pemerintah, tetapi penjualan komersial langsung antara Boeing dan Israel yang pada akhirnya akan dipublikasikan di Federal Register pemerintah AS.
Transaksi tersebut tidak diungkapkan pada hari Jumat dalam siaran pers Departemen Luar Negeri yang menguraikan penjualan militer asing senilai US$151 juta yang dianggap sebagai kesepakatan darurat yang harus melewati peninjauan kongres normal. Transaksi tersebut untuk 12.000 selongsong bom serbaguna BLU-110 seberat 1.000 pon yang dibuat oleh Repkon USA.
Menteri Luar Negeri Marco Rubio memberikan penjelasan rinci kepada Kongres bahwa keadaan darurat telah terjadi dan mengharuskan penjualan segera selongsong peluru BLU-110 di luar proses peninjauan normal, kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri.
(bbn)






























