Logo Bloomberg Technoz

Adapun konsensus analis dalam survei Bloomberg menghasilkan rating bullish terhadap saham AKRA. Sebanyak 20 analis merekomendasikan buy dengan satu analis yang merekomendasikan hold. Tidak ada satu analis pun yang merekomendasikan sell.

Target harga saham AKRA secara konsensus ada di level Rp1.545,77/saham untuk 12 bulan ke depan.

Medco Energi Internasional (MEDC)

Sebanyak 20 analis dalam survei Bloomberg merekomendasikan buy saham MEDC. Tanpa ada satu pun analis yang merekomendasikan hold atau sell.

Salah satu analis yang merekomendasikan buy dengan rating outperform adalah, Kaushal Ladha, dari Macquarie. Target harga darinya mencapai level Rp2.200/saham.

Optimistisnya serupa Arandi Pradana, analis RHB Research dan juga Ryan Winipta Indo Premier Securities dengan rekomendasi buy, target harga keduanya sama, Rp2.000/saham, menyusul kenaikan harga minyak.

Adapun target harga konsensus ada di level Rp2.135/saham. 

Menyitir analis UBS, Timothy Handerson dalam risetnya menyoroti emiten MEDC sebagai salah satu emiten yang berpotensi diuntungkan dari kenaikan harga minyak seiring meningkatnya ketegangan geopolitik baru–baru ini. 

“Kenaikan 10% harga Brent diestimasikan dapat memberikan potensi kenaikan EPS sebesar 16–19% dibanding proyeksi dasar kami untuk periode 2026–2028E,” papar UBS, mengutip Selasa.

Energi Mega Persada (ENRG)

Sebanyak enam analis dalam survei Bloomberg merekomendasikan buy saham ENRG. Tidak ada analis yang merekomendasikan hold maupun sell.

Analis Verdhana Sekuritas Indonesia Michael Wildon Ng baru saja menegaskan rekomendasinya dengan rating buy, dengan target harga Rp2.140/saham.

Jauh sebelumnya analis Samuel Sekuritas Indonesia Juan Harahap optimistis terhadap saham ENRG dengan target harga darinya mencapai Rp2.300/saham.

Adapun target harga secara konsensus ada di Rp1.916/saham untuk 12 bulan ke depan.

Elnusa (ELSA)

Analis Panin Sekuritas menegaskan kembali rekomendasi buy untuk saham ELSA. Penegasan terbaru ini dilakukan pada 10 Maret 2026. Target harga darinya Rp950/saham.

Adapun konsensus analis dalam survei Bloomberg bullish dengan saham ELSA. Sebanyak lima analis merekomendasikan buy. Tidak ada satu analis pun yang merekomendasikan hold atau pun sell.

Namun memang target harga saham ELSA secara konsensus sudah dilangkahi, ada di level Rp570/saham untuk 12 bulan ke depan.

Dari sisi kinerja, ELSA mencatat pendapatan kumulatif sepanjang tahun 2025 mencapai Rp14,5 triliun, bertumbuh 8,3% year–on–year/yoy hasil ini in-line dengan estimasi Panin Sekuritas dan konsensus. 

“Kenaikan pendapatan terjadi seiring dengan kenaikan segmen jasa distribusi dan logistik energi (+28% YoY) dan jasa penunjang migas (+8,2% YoY),” papar Panin dalam riset terbarunya, Selasa.

Alhasil, laba bersih sepanjang 2025 menjadi Rp718 miliar, dengan pertumbuhan 0,6% yoy. 

(fad)

No more pages