Logo Bloomberg Technoz

Penghentian produksi mendorong harga minyak mendekati US$120 per barel pada Senin, meski harga kembali turun setelah Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan perang mungkin akan segera berakhir.

Arab Saudi telah mengurangi produksi sebesar 2 juta hingga 2,5 juta barel per hari, Uni Emirat Arab sebesar 500.000 hingga 800.000 barel per hari, Kuwait sekitar setengah juta barel per hari, dan Irak sekitar 2,9 juta barel per hari, kata sumber tersebut.

CEO Saudi Aramco, Amin Nasser, menolak berkomentar tentang tingkat produksi dalam konferensi pers laporan keuangan pada Selasa (10/3/2026).

Secara proporsional, Irak mengalami pemangkasan produksi terbesar. Pemangkasan Arab Saudi, UEA, dan Kuwait masing-masing mewakili sekitar 20% hingga 25% dari tingkat produksi Februari mereka, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

(bbn)

No more pages