
Bloomberg, Nvidia Corp. berinvestasi di Thinking Machines Lab, perusahaan kecerdasan buatan yang didirikan oleh mantan eksekutif OpenAI, Mira Murati. Selain keputusan injeksi modal terbaru, Nvidia juga akan menyediakan chip untuk membantu melatih dan menjalankan model AI startup tersebut.
Thinking Machines akan menggunakan akselerator AI Vera Rubin Nvidia sebagai bagian dari perjanjian multiyear kata kedua perusahaan dalam pernyataan pada Selasa waktu setempat. Chip tersebut, yang akan diimplementasikan oleh Thinking Machines pada awal tahun depan, akan menyediakan daya komputasi setidaknya 1 gigawatt — sekitar jumlah energi yang dibutuhkan untuk menghidupkan 750.000 rumah.
Nvidia, yang sebelumnya berinvestasi di Thinking Machines 2025, tidak mengungkapkan detail kesepakatan saat ini atau membahas apakah investasi tersebut berupa suntikan dana, chip, atau kombinasi keduanya. Kedua perusahaan menggambarkan investasi tersebut sebagai “signifikan.”
Juru bicara Thinking Machines menolak memberikan komentar lebih lanjut, sementara perwakilan Nvidia tidak segera merespons permintaan komentar.
Kesepakatan ini merupakan bagian dari serangkaian ‘deal’ investasi untuk Nvidia, perusahaan dengan valuasi paling tinggi di dunia. Produsen chip ini menggunakan sumber daya mereka untuk mempromosikan penggunaan kecerdasan buatan di berbagai industri, membantu memicu apa yang disebutnya sebagai revolusi industri baru. Namun, kesepakatan-kesepakatan ini mendapat sorotan karena sifatnya yang saling terkait, dengan Nvidia mengambil saham di pelanggan-pelanggannya sendiri.





























